Batang Hari, Oerban.com – Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan tanam serentak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) pada Selasa (21/4/2026) di Kelurahan Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.
Gerakan ini merupakan langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi berkelanjutan. Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak perubahan iklim, termasuk potensi El Nino, yang dapat memengaruhi produksi pangan.
Pelaksanaan tanam serentak di Jambi ini menjadi bagian dari percepatan pemanfaatan lahan CSR Tahun 2025 dengan target pengembangan 5.000 hektare se-Indonesia tersebut, sebagai upaya memastikan lahan yang telah dicetak dapat segera dioptimalkan untuk produksi.
Pada pelaksanaannya, tanam padi dilakukan secara serempak bersama petani dan Brigade Pangan dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian, seperti rice transplanter dan drone, sebagai bagian dari upaya modernisasi pertanian.
Secara nasional, Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 dilaksanakan di 19 provinsi sebagai bagian dari strategi perluasan lahan produktif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada padi berkelanjutan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pelaksanaan tanam serempak menjadi langkah konkret dalam menjaga momentum produksi nasional di tengah tantangan iklim.
“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tegasnya.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menambahkan bahwa percepatan tanam di lahan CSR harus diiringi dengan pemanfaatan teknologi dan pengawalan yang optimal di lapangan.
“Pemanfaatan alat dan mesin pertanian harus dimaksimalkan agar proses tanam lebih cepat dan efisien. Dengan dukungan penyuluh serta keterlibatan petani dan Brigade Pangan, kita pastikan lahan yang sudah dicetak bisa segera ditanami dan memberikan hasil nyata,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di lokasi pelaksanaan.
Turut hadir Gubernur, Bupati/Wali Kota, serta jajaran dinas pertanian setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan tanam di wilayahnya.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pengawalan di lapangan menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan tanam serempak.
“Target kita bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Percepatan tanam harus terus dijaga dan tidak berhenti di hari ini, dengan pengawalan penyuluh serta kesiapan petani untuk langsung menanam tanpa menunggu kondisi sempurna, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” ujarnya.
Gerakan tanam serempak ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda, khususnya Brigade Pangan, dalam proses tanam.
Editor: Ainun Afifah

