email : oerban.com@gmail.com

28.4 C
Jambi City
Jumat, Agustus 6, 2021
- Advertisement -

Kelompok Tani Ini Terapkan Konsep Pertanian Ramah Lingkungan dan Modern Dalam Budidaya Padi

Populer

renilda pratiwi yolandinihttps://www.oerban.com
Renilda Pratiwi Yolandini merupakan FinMartEd (Finansial, Marketing, dan Editor) di Oerbanesia. sedang menempuh pendidikan di FKIP UNJA (S1) dan mulai tergabung di Oerbanesia pada tahun 2018.

Pesisir Selatan, Oerban.com – Kelompok Tani Semangat Tani yang berada di Desa Pasar Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat selalu melaksanakan budidaya tanaman padi dengan konsep ramah lingkungan. Ini terlihat dari kegiatan yang mereka lakukan dilapangan seperti sistem pemupukan yang memakai kompos umur 10 hari setelah tanam, penggunaan pupuk susulan dengan memakai pupuk organik cair (POC) umur 45 hari setelah tanam, kemudian pengendalian organisme pengganggu tanaman umur 15 hari setelah tanam memakai beauvoria basiana, lalu umur 30 hari setelah tanam memakai olahan belerang, ampas karbit / bekas tukang las dan kapur delomit /kapur pertanian. Terakhir pada umur 60 hari setelah tanam dilanjutkan pemakaian beauvoria basiana yang kedua.

Selain menerapkan inovasi pertanian ramah lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan dari alam, Kelompok Tani yang diketuai oleh Muslim Darwis ini juga menggunakan teknologi jajar legowo (jarwo) dalam membudidayakan padi sawah. Mereka telah terbiasa memakai sistem teknologi jarwo baik 2:1 ataupun 4:1, karena begitu banyaknya keuntungan yang didapat. Dengan total luas lahan yang diusahakan sebesar 25 ha, terdapat 3 varietas padi sawah yang mereka gunakan dengan sistem teknologi jarwo, yakni varietas PB 42, varietas Kuriak Kusuik dan varietas Bujang Merantau.

Penyuluh wilayah binaan BPP Kecamatan Bayang mengaku bangga dengan petaninya yang telah menerapkan sisitem pertanian modern. Kami sangat senang dan bangga dengan petani yang menerapkan sistem pertanian modern dan menerapkan konsep pertanian ramah lingkungan. Dalam berbudidaya kami juga selalu mengajak petani mengadakan pengamatan rutin untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit. Mudah mudahan produktivitasnya bisa meningkat sehingga bisa menjaga ketahanan pangan ujar beliau.

Baca juga  Terbiasa Sistem Jarwo, Petani Pesisir Selatan Berharap Peningkatan Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Hal ini seiring dengan pernyataan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang menegaskan bahwa peningkatan produktifitas tanaman padi adalah hal yang sangat penting pada saat ini. Tuntutan pertanian saat ini adalah meningkatkan produktivitas dan meminimalisir losses seminimal mungkin.

Baca juga  Tingkatkan Produktivitas dan Kualitas Pertanian, Kementan Adakan Pelatihan Teknis Pengendalian Hama Penyakit Padi di Padang Pariaman
- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Baca juga  Terus Tingkatkan Kualitas SDM Pertanian, Kementan Selenggarakan 2 Pelatihan sekaligus di Kabupaten Solok Selatan

- Advertisement -

Berita Terbaru