,

KORUPSI DAN KETIDAK ADILAN, PEMICU KEMENANGAN MAHATHIR

oleh
Dr Mahathir Mohamad, 92, akan menjadi perdana menteri tertua di dunia. (sumber photo :reuters)

Kuala Lumpur, Oerban.com – Pada intinya, pemilihan Malaysia terbaru mencerminkan penolakan nasional terhadap korupsi dan kekebalan hukum di kalangan elit yang berurat berakar.

Ini menandai transisi interparty pertama kekuasaan dalam sejarah Malaysia pasca kemerdekaan. Perdana menteri tetap berkuasa di tengah skandal korupsi besar-besaran.

Tetapi mayoritas rakyat Malaysia sangat kecewa dan lelah menyaksikan lembaga-lembaga negara membusuk di akibat praktek korupsi yang meluas dan penegakkan hukum yang tidak adail dipertontonkan secara kasat mata oleh penguasa.

Harapan rakyat Malaysia kembali muncul setelah mantan Perdana Menteri Mahathir Muhammad maju mencalonkan diri menjadi Perdana Menteri. Angin segar ini di prediksi akan menlanda Asia Tenggara, terutama Indonesia.

Tampak-tampaknya memang kita akan memiliki pemimpin baru, orang yang lebih mengerti perasaan masyarakat, yang akan sanggup menjurubicarai perasaan yang tidak terkatakan. Dan itu akan datang suatu kelompok yang mengerti apa yang sedang terjadi dan bagaimana kita melihat masa depan kita yang lebih baik dan optimistis,” tutur Fahri. Fahri Hamzah meyakini kemenangan Mahathir berdampak ke Indonesia. Dia memprediksi koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo juga akan tumbang dan dikalahkan oleh oposisi pada 2019. Demikian dilansir detik.com

(sumber:aljazeera.com)