email : oerban.com@gmail.com

23.2 C
Jambi City
Sunday, April 19, 2026
- Advertisement -

Kritik Lewat Aksi: Warga Dusun Pancur Bangun Jalan Tanpa Bantuan Pemerintah

Populer

Pesawaran, Oerban.com – Warga Dusun Pancur, Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, memilih bertindak ketimbang menunggu. Mereka memperbaiki jalan utama yang rusak parah secara swadaya setelah janji perbaikan dari pemerintah tak kunjung terealisasi.

Setiap Minggu pagi, puluhan warga turun ke jalan membawa pasir, batu, dan semen seadanya. Para ibu-ibu berkeliling mengetuk rumah-rumah untuk mengumpulkan donasi yang digunakan membeli bahan material.

Aksi gotong royong ini menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus kritik terhadap lambannya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur desa.

Baca juga  Infrastruktur Prioritas 2026, Jalan Ranah Pemetik Kerinci Segera Diperbaiki

“Semenjak kampung kami terkena banjir dua bulan lalu, jalan di sini putus. Jadi setiap Minggu kami ibu-ibu menggalang donasi,” ujar Saodah, salah satu warga, Minggu (26/10/2025).

Jalan penghubung antara Dusun Pancur dan pusat kota Pesawaran tersebut kini dalam kondisi rusak berat. Lumpur dan genangan air membuat jalan licin dan sulit dilalui. Akibatnya, aktivitas warga terganggu, termasuk anak-anak yang kerap kesulitan berangkat ke sekolah.

Tokoh masyarakat setempat, Ewok, mengatakan bahwa warga terpaksa bergerak sendiri karena perbaikan jalan tidak kunjung dilakukan.

Baca juga  Jelang Arus Mudik Lebaran, Ketua DPRD Jambi Minta Perbaikan Ruas Jalan Dipercepat

“Sudah lama tidak ada perbaikan, padahal jalan ini sangat penting. Akhirnya kami berinisiatif memperbaiki sebisanya,” katanya.

Ia menegaskan, kegiatan ini murni swadaya masyarakat. “Kami tidak bisa menunggu terus. Kalau hujan, kami tidak bisa beraktivitas sama sekali. Ini bentuk kepedulian kami, sekaligus pesan kepada pemerintah agar melihat kondisi kami,” imbuhnya.

Ewok juga mengungkapkan bahwa warga sudah berkali-kali dijanjikan perbaikan jalan, termasuk oleh calon kepala desa saat masa kampanye. Namun hingga kini, janji itu tak kunjung ditepati.

Baca juga  Jelang Arus Mudik Lebaran, Ketua DPRD Jambi Minta Perbaikan Ruas Jalan Dipercepat

“Dulu dijanjikan tiap tahun satu jembatan. Nyatanya, tidak ada. Jalan pun sudah sering diukur tapi tidak pernah diperbaiki,” ujarnya dengan nada kesal.

Senada, Anta, salah satu pemuda dusun, menyebut kegiatan gotong royong ini sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah.

“Sudah bertahun-tahun kami menunggu janji perbaikan jalan. Petugas sering datang hanya untuk mengukur tanpa hasil. Jadi kegiatan ini bukan sekadar gotong royong, tapi juga kritik agar pemerintah sadar,” tegasnya.

Baca juga  Infrastruktur Prioritas 2026, Jalan Ranah Pemetik Kerinci Segera Diperbaiki

Meski dengan alat dan dana terbatas, semangat warga Dusun Pancur menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari rasa kecewa.

Mereka berharap, suara yang disampaikan lewat aksi nyata ini dapat menggugah pemerintah untuk segera memperbaiki jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga.

Editor: Alfi Fadhila 

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru