LAHIRNYA REKTOR BARU

oleh -795 views

Oerban.com, Akhir-akhir ini, kita dihangatkan dengan lahirnya pemimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ya, Rektor adalah sebutannya. Berbicara mengenai rektor, ia adalah pemimpin PTN yang akan memimpin selama beberapa tahun kedepan. Tentu kebijakannya akan mengubah secara struktural dan masif tentang wewenang yang ada di kampus. Namun, sebelum masuk lebih dalam, kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang makna pemimpin itu sendiri.

Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki superioritas tertentu, sehingga dia memiliki kewibawaan dan kekuasaan untuk menggerakan orang lain, melakukan usaha bersama, guna mencapai sasaran tertentu.

Baru-baru ini, Universitas Jambi mengalami pergantian rektor. Diawali dengan terdaftarnya lima calon rektor dengan visi misi berbeda namun memiliki tujuan yang sama. Tentunya Memajukan Universitas Jambi. Dari kelima calon tersebut dikerucutkan menjadi tiga calon rektor yang namanya dibawa ke pusat untuk dilakukan penyeleksian.

Alhasil, setelah penantian yang cukup panjang. Tibalah saatnya kembali memilih dan memutuskan sosok rektor yang akan memimpin Universitas Jambi tahun 2020-2024. Perolehan suara dimenangkan oleh Prof. Drs. Sutrisno, M. Sc, Ph. D. Beliau pernah memimpin Fakultas Sains dan Teknologi pada 2014-2018. Riwayat pendidikan pun terlihat jelas, beliau merupakan seorang akademisi yang mempuni dibidangnya. Mengambil Strata 1 di Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi, Strata 2 di Manchaster dan Strata 3 di Australia. Tentunya ini sebagai referensi bahwa pemimpin kita adalah seorang akademisi yang luar biasa.

Empat tahun memimpin bukanlah hal yang mudah, banyak persoalan yang harus diselesaikan oleh seorang pemimpin, stabilitas kampus terobsesi oleh kebijakan yang diberikan. Tentunya visi misi juga harus selaras dengan Menteri Pendidikan, Nadiem Anwar Makarim, demi terwujudnya Indonesia Maju.

Berbicara terkait harapan, tentulah mahasiswa memiliki harapan akan rektor idaman, walau bagaimanapun, mahasiswa merupakan elemen kampus. Pasti ada banyak hal yang diinginkan oleh mahasiswa untuk menyambut lahirnya pemimpin baru. Pertama, Rektor harus selalu aktif di kampus. Hal tersebut berarti, Rektor harus selalu mengedepankan kepentingan internal kampus, seraya melakukan hal yang di anggap penting diluar kampus.

Kedua, rektor harus loyal dan royal dengan kegiatan maupun aktivitas mahasiswa yang berpegang teguh dengan tridarma perguruan tinggi. Tentu, ini merupakan makanan pokok bagi mahasiswa yang selalu mengadakan kegiatan (BEM, UKM, PKM atau kegiatan lain) yang dianggap penting dan mampu menjadi ajang pembelajaran akademik ataupun organisasi guna meningkatkan wawasan serta pemahaman mahasiswa disamping tugas inti, menimba ilmu pengetahuan.

Ketiga, visioner, jelas seorang pemimpin wajib memiliki karakter visioner, karena tidak akan mungkin kampus akan menjadi kampus yang superior jika tidak didukung dengan visi yang jelas untuk kemajuan dan kejayaan kampus. Arah dan tujuan kampus tergantung daripada kebijakan yang nantinya akan dibuat. Guna terwujudnya visi dan misi kampus.

Keempat, berintegritas, seorang rektor yang memiliki integritas tinggi, pastinya akan membawa kampus lebih bersih, jujur dan transparan dalam berkerja. Seorang yang berintegritas juga cenderung amanah disetiap pekerjaan yang ia jalankan. Oleh karenanya penting bagi seorang rektor memiliki karakter ini.

Kelima, rektor harus saling terbuka dengan mahasiswa baik dalam pendanaan maupun kegiatan yang dilakukan. Ini yang terus diwanti-wanti oleh mahasiswa dan jangan sampai hal itu terjadi. kemudian sinergisitas rektor dengan elemen civitas academica, dan terakhir, rektor harus memegang amanah, tegas, cerdas dan lugas.

Dari beberapa hal di atas, tentu ada yang paling mendasar dan harus tetap diutamakan. Sikap religius harus selalu terpatri dalam diri, guna meminimalisir perilaku negatif seorang pemimpin. Itulah Rektor idaman mahasiswa hari ini. Intinya, Amanah tidak akan pernah salah menentukan kemana ia harus berlabuh. Setelah ia berlabuh, dipastikan beban itu haruslah selalu kuat dan tegar. Amanah menjadi seorang pemimpin bisa saja menjadi ladang amal, jika dilakukan dengan maksimal dan sesuai syariat yang ada. Namun, bisa saja menjadi malapetaka apabila dilakukan semena-mena.

Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash R.A, berkata : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil, kelak disisi allah ditempatkan diatas mimbar dari cahaya, ialah mereka yang adil dalam hukum terhadap keluarga dan apa saja yang diserahkan (dikuasakan) kepada mereka. (H.R. Muslim).

Melalui tulisan ini, saya juga menyampaikan terimakasih yang teramat dalam kepada Prof. Dr. H. Johni Najwan, S.H, M.H, Ph. D yang telah mengabdikan diri, waktu dan pemikiran untuk Kampus Pinang Masak sejak tahun 2016 hingga lahirnya pemimpin baru ini. Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Berat kita pikul ringan kita jinjing. Beban harus kita ringankan dengan gotong royong demi mewujudkan Kampus yang berintegritas dan menghasilkan lulusan Kompeten di Dunia Kerja.

Selamat Bertugas Sang Profesor.

Penulis : Refor Diansyah, Ketua Umum IMAKIPSI Pusat 2019-2021

Editor : Siti Saira. H