MENGELOLA BONUS DEMOGRAFI

oleh -122 views
Sumber: Ori

Jambi, Oerban.com – Negeri yang indah, tanah surga yang kaya akan flora dan fauna yang didalamnya terdapat paru-paru dunia ini punya aset yang begiti beharga. Bukan emas, bukan minyak, bukan kelapa sawit tapi manusianya. Anak muda yang sering kali dibangga-banggakan sebagai bonus demografi.

Bonus demografi ini bila tidak dikelola dengan baik, akan menjadi ancaman dimasa depan. 20-25 tahun kedepan, mereka-mereka yang hari ini duduk di bangku SMA atau bangku kuliah akan memimpin negeri ini.

Jika dalam hati dan fikiran kita pernah rindu dengan sosok pemimpin yang hafal Al-Qur’an minsalnya, atau sebelum rapat terbatas bersama para menterinya mereka memulainya dengan bacaan tilawah, rapat begitu tenang karena tiap mereka saling menasehati akan bahayanya korupsi, saling menasehati akan dampak buruk memakan harta yang bukan haknya, saling mengingatkan untuk menyisihkan gaji untuk anak yatim, zakat, inafaq dan shadaqoh. Maka itu semua hanyalah impian yang tidak akan pernah terwujud jika bonus demografi hari ini tidak kita kelola dengan baik.

Hari ini hanya ada dua pilihan ketika menjadi bonus demografi. Menjadi solusi bagi permasalahan bangsa atau menjadi bagian permasalahan yang harus diselesaikan oleh bangsa. Pilihan tidak hanya ada pada para bonus demografi, tapi juga pada kita semua yang peduli dengan nasib masa depan bangsa.

Yang perlu kita ketahui, bonus demografi tidak hanya ada dikota, dipelosok-pelosok desa banyak sekali bonus demografi yang mesti diberdaya. Pemberdayaan mereka harus merata jika tidak ingin ada ketimpangan dimasa depan karena kita mengawali pemberdayaan dengan ketimpangan. Banyak sekali anak muda dipelosok desa yang peduli akan nasib bangsanya, hanya saja kurang tersorot kamera dan media, sehingga kehadiran dan gerakan mereka seolah tak ada atau bahkan hilang dan tenggelam sebelum muncul kepermukaan.

Begitu pula dengan tugas pemerintah hari ini, ia tak boleh hanya mengerjakan target target atau program kerja hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur saja. Ia juga mesti memikirkan dan bertanggung jawab untuk penggantinya dimasa depan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu melahirkan pemimpin yang lebih baik dari dirinya.

Penulis: Ori D Zandra
Editor: Renilda Pratiwi Yolandini