email : [email protected]

25 C
Jambi City
Minggu, Maret 3, 2024
- Advertisement -

MENGINSPIRASI, MAHASISWA INI WUJUDKAN MIMPINYA MENGAJAR DILUAR NEGERI

Populer

Muaro Jambi, Oerban.com – Refor Diansyah (20th), merupakan Mahasiswa UNJA (Universitas Jambi) Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2016 yang baru saja mengikuti PPL ASEAN (SEA TEACHER) yang diadakan oleh SEAMEO dan bekerja sama dengan UNJA dari tanggal 04 Agustus 2018 hingga tanggal 1 September 2018. Bersama 6 orang teman lainnya, mereka sukses mengajar di negeri orang yang penuh dengan tantangan dan motivasi. Refor Diansyah lahir di Petajen, 10 Oktober 1998 dan merupakan putra daerah Batanghari.

Di Negara Thailand lah, tempat Refor mengabdikan diri menjadi seorang Pendidik. Tepatnya di Sekolah Demonstration School of LRU yang ada di daerah Loei. Para siswa yang diajarnya adalah murid tingkat SMP yang berskala Internasional. Menurutnya, ada banyak hal yang membuat Refor mengikuti PPL ASEAN ini. Yaitu tentang sebuah mimpi. Beliau mengatakan bahwa mimpi merupakan awal dari terbentuknya impian. “sebelum kita mencapai suatu tujuan, kita harus punya sebuah mimpi. Salah satu mimpi saya yaitu berangkat keluar negeri dalam agenda kampus. Ada marwah tersendiri ketika saya pergi dengan membawa nama baik UNJA.” Beliau menambahkan, dengan mengikuti PPL ASEAN ini dapat meningkatkan elektabilitas diri sendiri serta menambah pengalaman menjadi seorang pendidik di negeri orang.

Bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar yang digunakan saat proses pembelajaran. Ada sebagian anak yang bahasa Inggris nya kurang lancar jadi harus lebih sabar dalam menghadapi peserta didik. “Tidak semua murid disana itu bahasa Inggris nya lancar. Beda sama di Filiphina, jadi harus sabar dan memanggil murid yang belum mengerti untuk dijelaskan lagi agar paham”. Hal itu merupakan tantangan beliau menjadi seorang guru yang baik dan menginspirasi. Cara pengajaran dan media pembelajaran disana sangatlah berbeda dengan Indonesia.”selama 2 jam pelajaran. 30 menit pertama digunakan untuk pemanasan (games), setelah itu baru memasuki materi”. Fasilitas yang ada didalam kelas sangatlah lengkap, seperti infokus, pengeras suara, kipas angin.

Tinggal di daerah yang Minoritas Islam, membuat Refor harus lebih hati-hati. Beliau mengatakan sangat sulit untuk mencari makanan yang halal. Di daerah itu, letak Masjid sangatlah jauh sekitar 50 km dari tempat tinggal. “Masjidnya tidak terlalu besar, tapi alhamdulillah bisa menampung kami. Masjid itu milik seorang pengusaha. Disanalah saya bertemu dengan saudara sesama muslim”. Namun demikian, toleransi keagamaan disana sangatlah tinggi, sehingga tidak perlu takut untuk makan makanan yang tidak halal.

Kalau dibandingkan dengan negara kita,profesi Guru disana sangat dihargai. Berbeda sekali dengan di Indonesia yang menganggap bahwa Guru itu serba bisa. gaji guru disana sangatlah tinggi yaitu 9 juta perbulan untuk gaji guru Honor. “Sangat berbeda jauh gaji guru di Thailand, disana profesi guru sangatlah dihargai”.

Wawancara tim oerban dengan Refor Diansyah

Untuk mengikuti kegiatan ini tidaklah murah, beliau harus mengeluarkan uang sebanyak 7 juta untuk persiapan hidup disana. ”kalau biaya itu PP nya 4 juta, dan 3 juta untuk biaya hidup. Harga sembako disana lumayan stabil dan tidak terlalu mahal”.

Dengan mengikuti kegiatan ini ia berharap bisa meningkatkan akreditasi Program Studi dan mempromosikan UNJA agar masyarakat tau tentang kampus ini. ”Mahasiswa disana kuliahnya kurang lebih selama 5 tahun khusus FKIP. Karena 2 semester akhir digunakan untuk magang sehingga mahasiswa yang lulus darisana memiliki skill yang baik”. Beliau juga berharap kedepannya, mahasiswa banyak yang berminat mengikuti PPL ASEAN ini. ”PPL ASEAN atau SEA TEACHER membuat UNJA semakin dikenal oleh masyarakat”. (RPY)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru