MENJAUH UNTUK MENDEKAT

oleh

Oleh : Acisaibul

Waktu yang dilewati, membawa cerita tersendiri…

Ada rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan lisan …

Merasa waktu pada saat itu adalah untukku sendiri. ..

Dalam sejarah sukses, tidak ada yang namanya mudah , disaat kesuksesan mendekat tentu banyak lagi cobaan yang harus dihadapi. Dalam kondisi ini aku tidak banyak berkorban ,,,tentunya tidak bnyak sukses yang mendekat kepadaku..

Kondisi sekarang hanya waktu yang ku korbankan demi suatu saat nanti bisa lebih dekat denganmu. Memamg tidak muda melawan keinginan,tapi aku harus bisa dan sungguh sungguh menata rasa rindu yang selalu protes dengan hati. “Wahai Dzat pemilik hati ini, jagalah dan tuntunlah ke jalan yang Engkau ridhoi”.

Perjalananku saat ini adalah sebuah ikhtiarku agar apa yg kuinginkan adalah memeng kebutuhan yang nnati akan menjadi milikkun yang sesungguhnya. Yang tersa begitu ingin cepat dalam perjalanan ini, kadang kadang membuat diri ini jauh dari rasa syukur, merasa apa yng ingin dilakukan adalah keputusan yang benar dan yang terbaik. Disitulah diri lelah mengejar apa yang diinginkan…karna yang terbaik untukku saat ini adalah , banyak belajar,muhasabah,dan ikhlas dengan apa yang sudah Allah gariskan..

Itu semua adalah kesalahnku yang merasa lelah sendiri selama ini, sehingga Rasa rindu itu yang membuat aku tidak tenang dan ngak karuan…merasa ada kelompok lain yang bisa mengobati rasa itu…tapi aku salah..aku boleh aja pergi darimu tapi hati ini yang tidak bisa. Yang anehnya, disaat marahpun aku bisa nyaman bersamu,,,sedangkan ku memutuskan jauh, rindupun tidak bisa membuat aku nyaman…

Astaghfirullahal “adziim…langkah yang ku ambil ini adalah salah. Ampuni hamba Ya Allah…

Semakin aku menjauh,,,selalu aku teringan akan orang orang yang bersamamu ,yang selama ini menguji kesabaran dan keikhlasanku. mereka adalah orang orang yang sangat aku rindui saat ini yang ku tinggalkan karena egoku . tapi aku masih belum telat untuk memperbaiki semua ini agar kedepannya lebih baik dan aku tidak harus menanggung kerinduan yang penyebabnya adalah diriku sendiri.

Mereka akan jauh lebih baik kalaupun aku tidak ada…..
Mereka akan jauh lebih pintar kalaupun aku tidak ada….
Mereka akan jauh lebih kuat walaupun aku tidak ada….

Karna sebenarnya ada atau tidak adapun aku, jalan yang mereka pilih adalah jalan yang Allah tidak akan membiarkan mereka sendiri …
Aku khilaf dalam hal ini…
Allah sangat mencintaiku…
Allah ingin aku menjadi pribadi yang kuat dalam kondisi apapun…

Disaat rasa rindu itu dititipkan kepdaku, malah rindu itu ku bawa pergi tanpa berkompromi dengan hati yang menolak keputusan itu.

Maafkan aku saudaraku…

–acisaibul–