email : oerban.com@gmail.com

24.3 C
Jambi City
Monday, April 20, 2026
- Advertisement -

Menlu China: Gaza Bukan Alat Tawar-Menawar dalam Politik

Populer

New York, Oerban.com — Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa bahwa Gaza dan Tepi Barat bukanlah alat tawar-menawar, melainkan tanah air rakyat Palestina.

Wang menegaskan bahwa penting untuk mempertahankan solusi dua negara. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu kemarahan awal bulan ini ketika ia mengusulkan agar AS mengambil alih Jalur Gaza dan warga Palestina dipindahkan ke negara lain.

“Gaza dan Tepi Barat adalah tanah air rakyat Palestina, bukan alat tawar-menawar dalam transaksi politik. Prinsip penting yang harus dipegang dalam tata kelola Gaza pasca konflik adalah bahwa Palestina harus diperintah oleh rakyat Palestina sendiri,” ujarnya.

Baca juga  Ketua DPD RI Ungkap Potensi Ancaman Jika UUD Tidak Kembali ke Naskah Asli

Wang memimpin pertemuan Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara mengenai multilateralisme, karena China menjabat sebagai presiden Dewan Keamanan untuk bulan Februari.

Secara umum, ia menyatakan bahwa negara-negara tidak bisa hanya berdiam diri dan menyaksikan institusi multilateral menjadi tidak berfungsi dan tidak efektif akibat kegagalan mereka sendiri dalam bekerja sama dan mendesak Dewan Keamanan untuk melampaui pertimbangan geopolitik yang sempit demi memperjuangkan solidaritas dan kerja sama.

“Tindakan intimidasi, tipu daya, atau pemerasan apa pun adalah pelanggaran nyata terhadap norma-norma dasar hubungan internasional. Sanksi sepihak yang mengabaikan otorisasi Dewan Keamanan tidak memiliki dasar hukum, tidak dapat dibenarkan, dan bertentangan dengan akal sehat,” kata Wang tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Baca juga  Mengejutkan Dunia: Trump Berencana Mengambil Alih Jalur Gaza
Usulan kontroversial Trump menuai kecaman global.  

Warga Palestina secara luas menegaskan bahwa mereka tidak akan meninggalkan tanah air mereka, sementara Mesir dan Yordania yang di dukung oleh Arab Saudi menolak permintaan Trump agar mereka menampung penduduk Gaza.

Kelompok hak asasi manusia secara luas menyatakan bahwa rencana tersebut setara dengan pengusiran paksa, yang berpotensi menjadi kejahatan perang. Negara-negara Eropa juga sebagian besar mengecam rencana Trump.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memuji gagasan tersebut dan mengatakan bahwa Israel sedang bersiap untuk melaksanakannya.

Mesir sedang menyusun rencana untuk membangun kembali Gaza tanpa memindahkan warga Palestina, sebagai upaya untuk menentang usulan Trump yang ingin mengosongkan wilayah tersebut demi kendali AS.

Sumber: Daily Sabah

Baca juga  Wasekjen Demokrat: Isu Agama Jangan Dipakai Untuk Menutupi Kegagalan Negara

Editor: Julisa

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru