email : oerban.com@gmail.com

24.7 C
Jambi City
Rabu, Januari 20, 2021
- Advertisement -

Partai Gelora Melangkah dari 0,1 Persen di Tengah Turunnya Elektabilitas Partai Besar

Populer

swarnahttps://www.oerban.com
tulisan yang berkualitas akan menjadi lentera di gelapnya jalan kehidupan

Kota Jambi, Oerban.com – Partai Gelora Indonesia mulai masuk radar survey, dari rilis yang disampaikan Vox Populi, Partai Gelora masuk dengan angka rilis 0,1 persen dalam urutan partai politik di Indonesia untuk tahun 2024.

Survey yang dirilis pada (29/12) yang lalu oleh lembaga survey Vox Populi Research Center menempatkan PDI-P diposisi pertama dengan angka 19,6 persen, Gerindra 9,3 persen, dan Golkar dengan 8,4 persen.

Meski posisi PDIP pertama namun terjadi penurunan yang cukup drastis karena pada Juni 2020 elektabilitas PDIP masih di angka 33,5 persen, Oktober 2020 31,3 persen dan saat ini hanya 19,6 persen.

Tidak hanya PDIP, Gerindra juga mngalami penurunan elektabilitas, pada Juni 2020 14,1 persen, menjadi 13,9 persen pada Oktober 2020, dan kini tinggal 9,3 persen.

Adapun parpol dengan elektabilitas cenderung stabil yakni Demokrat, PKS, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Elektabilitas PSI naik dari 4,5 persen (Juni 2020) dan 4,7 persen (Oktober 2020) menjadi 4,9 persen.

“Demokrat, PSI, dan PKS mengalami kenaikan elektabilitas ketika parpol-parpol lain anjlok atau stabil,” ujar Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center, Dika Moehamad.

Menurut Dika, turunnya elektabilitas parpol diduga ada kaitannya dengan kasus korupsi yang membelit dua figur menteri dari PDIP dan Gerindra. Hal tersebut memberi keuntungan politik khususnya bagi parpol-parpol di luar pemerintahan.

Sementara partai Perindo (0,8 persen-0,6 persen-0,4 persen), Hanura (0,6 persen-0,5 persen-0,3 persen), dan Berkarya (0,4 persen-0,2 persen-0,1 persen). Parpol lainnya tidak mendapat dukungan, sedangkan partai baru Gelora 0,1 persen dan Ummat 0,2 persen.

“Anjloknya elektabilitas PDIP dan Gerindra sebagian besar lari ke golput, di mana responden yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab naik signifikan, dari 12,2 persen (Juni 2020) dan 18,3 persen (Oktober 2020) melesat menjadi 31,4 persen,” jelas Dika.

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 26-31 Desember 2020, melalui telepon kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Munculnya Partai Gelora dalam hasil survey tentu saja menjadi modal bagi Partai besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah ini untuk menyiapkan diri pada kontestasi pemilu 2024 mendatang. Saat ini Partai yang mengusung ide kolaborasi tersebut masih belum terlihat dalam merespon isu-isu nasional.

Diperlukan jam terbang bagi Partai Gelora untuk tampil lebih agresif sehingga angka 0,1 persen dapat dikapitalisasi pada perhelatan pemilu nanti, namun jika tidak maka partai ini tidak jauh beda dengan partai-partai baru lainnya yang gagal masuk parlemen.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru