email : oerban.com@gmail.com

30.4 C
Jambi City
Jumat, Juli 1, 2022
- Advertisement -

Pembelajaran Era Industri 4.0 dengan Model Blended Learning

Populer

renilda pratiwi yolandinihttps://www.oerban.com
Renilda Pratiwi Yolandini merupakan FinMartEd (Finansial, Marketing, dan Editor) di Oerbanesia. sedang menempuh pendidikan di FKIP UNJA (S1) dan mulai tergabung di Oerbanesia pada tahun 2018.

Penulis: Anisa Dwita Fitri, Ade Mayasari, Wandika*

Kemajuan teknologi informasi saat ini sudah dirasakan oleh hampir semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan dan teknologi informasi seharusnya sejalan guna terciptanya pendidikan yang berkualitas. Pada tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Program Digitalisasi Sekolah. Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Digitalisasi Sekolah dibuatlah aplikasi rumah belajar sebagai salah satu produk pembelajaran digital. Pembelajaran digital atau pembelajaran yang berbasis teknologi seperti sekarang ini sebetulnya merupakan karakteristik dari pembelajaran Era Industi 4.0 yang perlu dikembangkan.

Era Industri 4.0 adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada era dimana terjadi perpaduan teknologi atau terjadinya digitalisasi secara massif di berbagai sektor kehidupan manusia, termasuk di dunia pendidikan. Bahkan teknologi digital adalah hal yang paling mempengaruhi sistem pendidikan di dunia saat ini. Dampak dari era revolusi industri 4.0 dalam dunia pendidikan adalah terbukti semakin banyak media pembelajaran berbasis teknologi yang memudahkan pengajar menyampaikan materi bahkan tidak harus dengan tatap muka. Media pembelajaran berbasis teknologi ini memudahkan proses pembelajaran dari segi efektivitas dan efisiensi. Agar pembelajaran digital ini dapat berjalan dengan baik, maka perlu diterapkan model pembelajaran yang relevan dan mendukung, salah satunya yaitu Blended Learning.

Baca juga  Optimalisasi Laboratorium Maya untuk Meningkatkan KPS Siswa

Pembelajaran campuran/blended learning adalah program pendidikan formal yang memungkinkan siswa dapat belajar paling tidak sebagian cara dimana konten dan petunjuk dari guru yang disampaikan secara daring dan siswa mempunyai kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan, maupun kecepatan belajar. (Staker, H., Horn, M.B. .2012). Walau masih menghadiri ruang kelas fisik, metode tatap muka ruang kelas dikombinasikan dengan aktivitas bermedia komputer (Strauss, V. 2012). Menurut Driscol (2002) Blended learning merupakan pembelajaran yang mengkombinasikan atau menggabungkan berbagai teknologi berbasis web, untuk mencapai tujuan pendidikan. Thorne (2013) mendefinisikan blended learning sebagai campuran dari teknologi e-learning dan multimedia, seperti video streaming, virtual class, animasi teks online yang dikombinasikan dengan bentuk-bentuk tradisional pelatihan di kelas. Sementara Graham (2005) menyebutkan blended learning secara lebih sederhana sebagai pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan face-to-face (pembelajaran tatap muka). Tujuan dari pembelajaran blended learning diantaranya untuk membantu peserta didik untuk berkembang lebih baik di dalam proses belajar, sesuai dengan gaya belajar dan preferensi dalam belajar, menyediakan peluang yang praktis realistis bagi pendidik dan peserta didik untuk pembelajaran secara mandiri, bermanfaat, dan terus berkembang serta meningkatnya penjadwalan fleksibilitas bagi peserta didik, dengan menggabungkan aspek terbaik dari tatap muka dan instruksi online.

Baca juga  Optimalisasi Laboratorium Maya untuk Meningkatkan KPS Siswa

Berdasarkan hasil penelitian Azmi Asra, Asrizal, Lufri, Ali Imran, Hardeli (2021) menyatakan bahwa model blended learning pada pembelajaran 4.0 efektif dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi (Higher Order Thingking Skill) dengan sebaran untuk berfikir kritis dan kreativitas serta pemecahan masalah sebesar 46, 66 %. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Said Ahmad Fathullah (2020) yang menyatakan bahwa model pembelajaran blended learning sangat tepat digunakan pada era revolusi industry 4.0 sekaligus mendukung teori belajar sibernetik yang relatif baru dibandingkan dengan teori belajar yang telah ada, sejalan dengan perkembangan teknologi dan ilmu informasi. Dengan begitu, dengan diterapkannya model pembelajaran blended learning diharapkan mampu menjadi solusi bagi para pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas di era industri 4.0 ini.

Baca juga  Dukung Regenerasi Petani, Wakil Bupati Subang Open Day di SMKN 2 Subang

Penulis merupakan Mahasiswa PSM Pendidikan Fisika UNP*

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru