PENTINGNYA MEMBANGUN KEDEKATAN EMOSIONAL SESAMA KADER

oleh -99 views
Pada saat menjadi presidium sidang 2 Musykom KAMMI Al-Mizan UIN STS Jambi, Sumber: Zuandanu P.P

Jambi, oerban.com – Bicara mengenai organisasi maka tak akan ada habis-habisnya, selalu saja ada hal menarik yang bisa dibahas dari berbagai macam perspektif kehidupan. dan yang ingin saya bahas kali ini adalah bagaimana pentingnya membangun emosional yang baik di antara sesama kader, agar nantinya dapat menjalankan kerja sama yang baik demi visi ingin dicapai organisasi tersebut.(26/11/2019)

Organisasi itu ibarat sebuah kapal yang sedang berlayar di tengah laut, dikepalai oleh nahkoda (Ketum Organisasi) serta dihuni juga oleh para awak kapal (Anggota Organisasi).

Seorang nahkoda haruslah pandai membangun komunikasi yang baik dengan para awaknya, dan ia juga harus mampu menyikapi berbagai macam perbedaan tingkat emosional para awaknya.

Jika nahkoda tidak mampu membangun komunikasi yang baik, maka dampaknya akan sangat berpengaruh pada proses pelayaran kapal, sebagai contoh : jika nahkoda kapal enggan berkomunikasi dengan awaknya dan terkesan apatis dalam menanggapi masalah yang terjadi, maka pelayaran tidak akan berjalan mulus dan lancar.

Tanpa komando dari nahkoda ; awak kapal tidak tau harus berbuat apa. Dan jika itu terjadi, maka kapal tidak lagi digerakkan oleh awaknya, melainkan hanya digerakkan oleh angin, bergerak hanya sesekali dan itupun tak tentu arahnya kemana.

Begitupun juga dengan masalah emosional, bukan hanya dari pemimpin ke anggota, tapi di antara sesama anggotapun juga harus bisa membangun kedekatan itu, saling percaya adalah kunci bertahannya organisasi dan kerja sama yang baik adalah kunci kesuksesannya.

Jika di antara pemimpin dan anggota tidak saling percaya ; maka akan sulit untuk memecahkan masalah yang terjadi di tengah perjalanan organisasi, bukan tidak mungkin sesama anggota akan saling menjatuhkan, dan jika itu terjadi saya yakin organisasi itu tidak akan dapat bertahan lama.

Kerja sama yang baik adalah kunci kesuksesan organisasi, kader-kader yang berbeda bidang dalam mengatur jalannya organisasi seharusnya tidak hanya memfokuskan pada bidang itu saja. Contohnya : jika di bidang kaderisasi mempunyai satu masalah yang rumit dan sulit untuk dipecahkan maka jangan malu dan sungkan untuk meminta bantuan di bidang lain, begitupun sebaliknya. Karena kita di dalam organisasi dituntut untuk bekerja sama dengan baik agar bisa mencapai kesuksesan visi, bukannya sama-sama bekerja.

Penulis: Zuandanu P.P
Editor: Renilda Pratiwi Yolandini