Kota Jambi, Oerban.com – Penguatan kelembagaan petani perkebunan menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan daya saing pertanian, khususnya komoditas kelapa sawit yang menjadi tulang punggung perkebunan rakyat di Indonesia. Kelembagaan yang solid dinilai mampu memperkuat posisi tawar petani, memperlancar akses pembiayaan, hingga meningkatkan produktivitas usaha tani.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) , yang selama ini berfokus pada pengembangan kapasitas kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia pertanian, menyelenggarakan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) Tahun 2025 bekerja sama dengan Badan Pengelola Perkebunan (BPDP).
Kegiatan berlangsung selama 10 hari, mulai 18–28 Agustus 2025, di Swiss Belhotel Kota Jambi. Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas pengurus kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta koperasi pekebun dari Kabupaten Tebo turut ambil bagian.
Kepala UPT Kementerian Pertanian, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, Sugeng Mulyono, S.TP., M.P., hadir sebagai narasumber dengan materi mengenai pengembangan kelembagaan pekebun dan kepemimpinan kelembagaan. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kelembagaan petani harus diperkuat secara menyeluruh.
“Dengan kelembagaan yang baik, didukung pemimpin yang visioner, sumber daya manusia yang terampil, serta administrasi yang tertata, produktivitas kelapa sawit akan meningkat signifikan,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menjalani evaluasi berdasarkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil penilaian akhir menjadi indikator kelulusan yang komprehensif. Melalui proses ini, diharapkan lahir pekebun sawit yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki visi kelembagaan yang kuat dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat perkebunan rakyat, terutama kelapa sawit yang hingga kini menyumbangkan devisa besar melalui ekspor. Dengan adanya Pelatihan Penguatan Kelembagaan, diharapkan pekebun semakin memahami peran kelembagaan usaha tani yang sehat dan mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan, sehingga memberi manfaat optimal bagi perekonomian daerah maupun nasional.
Editor: Ainun Afifah

