BPP JAMBI HADIRI RAKOR UPSUS PAJALE DI BOGOR, BERAKHIR DENGAN KESEPAKATAN BARU

oleh -77 views

Bogor, Oerban.com – Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (UPSUS PJK) Propinsi Jambi memasuki Musim Tanam (MT) Oktober – Maret (Okmar) 2019/2020 dan MT April – September (Asep) 2020, penanggung jawab UPSUS PJK Propinsi Jambi Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) UPSUS Peningkatan Produksi PJK Propinsi Jambi pada tanggal 10 – 11 Oktober 2019 di IPB Internasional Convention Center Bogor.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur PPHTP beserta jajaran pejabat struktural, Kepala dinas Propinsi Jambi beserta Jajarannya, 11 Kepala Dinas Kabupaten/Kota beserta jajaran pejabat struktural, Perwakilan Koordinator Penyuluh dari Kabupaten/Kota, Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi, Balai dan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi.

Sebelum pembukaan Kegiatan Rakor UPSUS PJK 2019/2020 dimulai, dilakukan pembahasan sasaran luas tanam PJK MT Okmar 2019/2020 dan MT Asep 2020 perkabupaten se-propinsi jambi di pimpin oleh Ghazali dari Direktorat PPHTP dimana hasil rencana pembahasan sasaran luas tanam PJK MT Okmar 2019/2020 adalah 98.000 Ha dan MT Asep 2020 adalah 85.000 Ha sehingga total capaian LTT se-propinsi jambi 183.000 Ha. Kemudian data target propinsi jambi dibuat fakta integritas yang ditandatangani oleh masing-masing kepala dinas kabupaten/kota propinsi jambi sebagai upaya memaksimalkan capaian LTT periode 2019/2020 dalam rangka menuju kedaulatan pangan khususnya propinsi jambi.

Kepala BPP Jambi saat menghadiri rakor UPSUS PAJALE di Bogor [sumber photo : puguh]

Rakor UPSUS PJK 2019/2020 dibuka oleh Dirjen Tanaman Pangan diwakili oleh Direktur PPHTP Ir. Gatut Sumbogodjati yang menyampaikan evaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) PJK tahun 2019 bahwa propinsi jambi periode Oktober 2018/2019 mencapai 177.928 Ha sedangkan Periode 2017/2019 mencapai LTT 188.066 ha sehingga mengalami penurunan LTT yaitu 10.089 Ha, hal ini dikarenakan musim kemarau yang cukup panjang sehingga kegiatan penanaman terhambat karena lahan kekeringan dibeberapa wilayah. Namun untuk mengupayakan mengejar kekurangan LTT tahun ini, dilakukan inventarisasi wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan, Bantuan/Optimalisasi pompa air serta membangun sumur dangkal guna Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam (GPOT) khususnya pada wilayah yang potensi airnya masih bisa dimanfaatkan; Dukungan bahan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT); Pemanfaatan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) wilayah terkena puso. Sehingga target LTT padi bulan Oktober 2019 diupayakan dapat mencapai 25.000 hektar, jagung seluas 1.800 hektar dan kedelai 780 hektar.

Diharapkan rapat ini menghasilkan target/sasaran tanam PJK tahun 2019 – 2020 dengan tetap memperhatikan potensi wilayah serta dukungan yang ada seperti Memaksimalkan semua potensi lahan PATB (Penambahan luas Areal Tanam Baru), lahan bera, lahan pasang surut, lahan perhutani dan lahan perkebunan; Mempercepat mobilisasi alsintan untuk Gerakan Olah Tanah dan Tanam; Memastikan kesiapan benih dan mempercepat proses penyaluran benih di daerah masing-masing; Melakukan pengawalan dan pengamanan dari mulai persiapan tanam sampai dengan panen; serta Menggerakkan seluruh potensi yang ada guna menunjang peningkatan produksi, sinergis dengan upaya yang dilakukan bersama oleh pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Direktur PPHTP menyampaikan juga program kementan dalam rangka mencukupi kebutuhan kedelai nasional untuk keperluan konsumsi maupun pangan melalui Kegiatan Tumpang Sisip (Relay Croping) Jagung – Kedelai seluas 0,6 juta ha di bulan Oktober sampai dengan Nopember. Pada sistem tumpang sisip Jagung – Kedelai dimana kedelai ditanam saat menjelang panen jagung umur 70-80 hari saat pengisian tongkol.

Kemudian dilanjutkan penyerahan plakat penghargaan atas capaian kerja mendukung kedaulatan pangan yang diberikan kepada Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jambi dan Kabupaten yang telah memberikan kontribusi besar terhadap capaian LTT yaitu Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Semoga pemberian plakat penghargaan ini dapat memotivasi kabupaten/kota lainnya yang berada di propinsi jambi sehingga lebih mengoptimalkan kegiatan UPSUS PJK 2019/2020.

Saat penutupan Rakor UPSUS, Ir. Gatut berpesan “Selanjutnya saya harapkan agar Pemerintah Provinsi Jambi serta Dinas Kabupaten agar lebih proaktif dan mengambil peran yang lebih dalam menggerakan seluruh potensi yang dimiliki sehingga target Luas Tambah Tanam Padi, jagung, dan Kedelai dapat tercapai. Mari kita gemakan ke seluruh negeri bahwa kita mampu, kita siap dan kita sanggup memenuhi kebutuhan komoditas pangan dari lahan kita sendiri. Kita semua memiliki cita-cita yang sama, hasrat yang sama, passion yang sama untuk mencapai target LTT”.

Rakor UPSUS PJK 2019/2020 ditutup oleh Direktur PPHTP Ir. Gatut Sumbogodjati bersama Kepala dinas pertanian Provinsi Jambi.

BPP Jambi sebagai salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian berkomitmen untuk selalu mendukung program pemerintah menuju Kedaulatan Pangan melalui pelatihan untuk menghasilkan sumberdaya manusia pertanian yang berkemauan dan berkemampuan tinggi dalam bekerja dan beragribisnis di era revolusi industri 4.0 sehingga “Terwujudnya Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”. Hadir mewakili BPP Jambi antara lain Dr. Zahron Helmy dan dua orang widyaiswara Dr. Joni Jafri berserta Puguh Nugroho.

Penulis : Puguh Nugroho
Editor : Tim Redaksi Oerban