email : [email protected]

23.6 C
Jambi City
Senin, Juni 17, 2024
- Advertisement -

SEJAK 2009 BERDAGANG BAKSO DI UNJA, PASUTRI INI BELUM PERNAH MENGALAMI KERUGIAN

Populer

Jambi, Oerban.com – Pak Jayus bersama istrinya merupakan pedagang bakso tusuk yang biasanya berdagang di Universitas Jambi. Setiap hari mereka berdagang dari pukul 10 pagi hingga sore. Dagangan bakso yang dijual terdapat berbagai macam yaitu bakso tusuk, bakso kuah, bakso pangsit, dan bakso urat. Bakso ini dijual satu porsinya dengan harga mulai dari lima ribu rupiah. Harga yang sangat terjangkau bagi mahasiswa. ”kami menjualnya dengan harga mulai dari lima ribu rupiah. Tapi kadang banyak juga yang membeli dengan harga tujuh ribu, sepuluh ribu, jadi tergantung pembeli mau membeli dengan harga berapa” ucapnya saat ditemui tim oerban sore kemarin.

Yang mengejutkan, bakso yang dijual pak Jayus ini tidak pernah mengalami kerugian. Bahkan omset yang didapat setiap hari dari penjualan bakso ini sebanyak dua juta rupiah dalam sehari. “ biasanya kami meraih omset 2 juta per hari dari 400 porsi bakso yang dijual dengan harga 5 ribu rupiah”.

Semangat pantang menyerah pasutri ini sangat luar biasa. Terbukti sudah 9 tahun mereka berjualan bakso. Kegigihan dan kerja keras mereka sangat ekstra dalam menghadapi tantangan demi tantangan mengingat makin menjamurnya pedagang bakso yang berjualan di unja. Walaupun demikian. Bakso yang mereka jual sebanyak 400 porsi setiap hari selalu ludes terjual. “kami selalu mempertahankan kualitas rasa walau harga bahan naik turun, dan untuk mempertahankan itu kami meracik sendiri bahan olahan dan selalu ramah kepada pembeli. Apalagi yang membeli adalah mahasiswa” ujarnya saat ditemui tim oerban (jum’at/16/3/2018).

wawancara tentang alasan kenapa tidak pernah rugi dalam berdagang bakso

Alasan mengapa pasutri ini menjual bakso? Karena bakso itu cocok dikonsumsi untuk semua usia, dari anak kecil sampai orangtua, dan cocok untuk berbagai cuaca. “bakso ini pemasarannya tidak terlalu sulit. Karena dari anak kecil sampai orang tua suka sama bakso, terus juga cocok aja biar hari panas atau dingin, tetap cocok buat dimakan”. Bila dilihat, sehari-hari bakso dagangan pasutri ini memang lebih ramai pembeli dibandingkan yang lain. Karena kualitas rasa dan jumlah porsi yang lebih banyak dari yang lain membuat bakso ini selalu ludes terjual. “yang penting kualitas rasa dan jumlah porsi yang agak banyak, jadi pembeli senang datang untuk beli disini”.
Selain itu, mereka juga memberikan tips berjualan bakso agar tak mengalami kerugian. “tips nya itu sederhana. Yang pertama itu jaga kualitas rasa, jangan sampe berubah. Yang kedua, kita harus cermat menghitung modal dengan keuntungan, agar nantinya jelas berapa yang didapat. Yang ketiga, walaupun bahan mahal, harus tetap menjaga keutuhan rasa dan porsinya. Agar pelanggan tidak kecewa”.

Baca juga  Kunjungi Prof Sustrisno, Ribuan Kader KAMMI Jambi Siap Sukseskan Implementasi Kampus Merdeka di UNJA

Karena prinsip itulah, bakso yang dijualnya tak pernah sepi pembeli. Apabila ingin mencoba rasa khas bakso ini, pembeli harus rela antri beberapa saat karena ramainya mahasiswa yang antre membeli bakso. Sehari-hari, pasutri ini mengelar dagangan baksonya di depan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi.(dini)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru