email : oerban.com@gmail.com

32.2 C
Jambi City
Jumat, September 24, 2021
- Advertisement -

Sejumlah Kalangan Pertanyakan Langkahnya di Demokrat, Moeldoko Tegaskan Tak Pernah Mengemis Jabatan

Populer

Jakarta, Oerban.com – Sejak didapuk menjadi ketua umum Partai Demokrat (PD) versi KLB Sumut, nama Moeldoko belakangan ini sering disorot oleh media dan dibicarakan masyarakat Indonesia. Langkah politik yang diambil oleh mantan Panglima TNI itu sangat mengejutkan semua pihak, tak sedikit pula yang bingung dan mempertanyakan alasannya.

Moeldoko sendiri menyatakan jika keputusannya untuk menerima amanat menjadi ketua umum Partai Demokrat merupakan hak sebagai seorang warga sipil. Hal itu disampaikan Moeldoko dalam video keterangan yang diunggah di akun Instagramnya pada Selasa (30/3) malam.

“Pilihan politik saya ini adalah hak saya sebagai seorang sipil, Ketika saya bertugas di militer, tugas saya mengawal stabilitas dan juga demokrasi. Ketika bertugas sebagai panglima, tugas besar yang saya lakukan adalah bagaimana menjaga stabilitas dan mengawal jalannya demokrasi yang dinamis,” Jelas Moeldoko.

“TNI bermain di ruang sempit, tetapi dengan seni kepemimpinan, situasi itu saya hadapi. Dan pada Pemilu 2014 semuanya telah berjalan dengan baik,” Imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Moeldoko menyampaikan jika dirinya sama sekali tidak berubah dan tak akan pernah berubah. Maka dari itu, dia meminta agar kehadirannya di Partai Demokrat perlu dilihat dengan lebih kritis.

Baca juga  Aleg PKS Dorong Pemerintah Realokasi Rumah Korban Bencana di NTB dan NTT

“Tuduhan itu tergantung bagaimana konteksnya dan siapa yang berbicara. Saya yakin Prajurit TNI tidak akan mudah diprovokasi, karena selama saya memimpin, saya selalu menanamkan kebajikan juga kesejahteraan dan profesionalisme, dan tidak pernah saya membuat prajurit merintih, dan seluruh prajurit tahu tentang itu,” Terang Moeldoko.

Lebih lanjut, Moeldoko mengatakan jika sebagai seorang sipil dirinya akan tetap konsisten menjaga demokrasi, karena baginya hal tersebut telah melekat di dalam hati. Dia juga menyinggung mengenai cara berpolitik yang dilakukan oleh orang-orang, seperti mencari perhatian dan membonceng kanan-kiri, bahkan ada yang mengorbankan jiwa nasionalisme dan Pancasilanya.

Baca juga  Fahri Hamzah: Konstitusi Adalah Jaminan Keselamatan Rakyat

Moeldoko menegaskan jika dirinya tidak akan seperti itu hanya untuk mengemis jabatan, apalagi hingga menggadaikan hal yang selama ini diperjuangkannya.

“Saya konsisten, saya rela mempertaruhkan leher saya untuk terus menegakkan Pancasila dan berkibarnya Merah Putih. Tetapi, jika ada yang berusaha merusak keindonesiaan kita saya akan berdiri memimpin untuk meruntuhkannya,” Pungkas Moeldoko.

Editor: Renilda Pratiwi Yolandini

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

- Advertisement -

Berita Terbaru