email : [email protected]

23.6 C
Jambi City
Senin, Juni 17, 2024
- Advertisement -

SRI LANGKA, TOKO-TOKO MUSLIM MENJADI TARGET SERANGAN KELOMPOK GARIS KERAS BUDHA

Populer

Kolombo, Oerban.com – Polisi mengatakan pada hari Senin (05/3/2018) telah terjadi kerusuhan dan serangan pembakaran sejak akhir pekan di distrik Kandy, sementara sumber mengatakan bahwa kekerasan tersebut menyebar ke seluruh negara kepulauan Asia Selatan.

Pihak berwenang menetapkan jam malam untuk memberantas gelombang baru kekerasan yang ditujukan pada minoritas Muslim di negara tersebut.

Sri Lanka memberlakukan jam malam di sebuah kota pusat yang populer dengan turis setelah berhari-hari kerusuhan antara komunitas religius dengan seorang pria Buddhis terbunuh dan bisnis Muslim terbakar.

“Jam malam diberlakukan untuk mengendalikan situasi di daerah tersebut,” kata juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekera.

Petugas polisi ditempatkan dalam siaga tinggi di Kandy untuk memastikan “situasi tidak semakin memburuk”, kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Massa membakar toko milik Muslim dan menyerang sebuah masjid di bagian timur negara tersebut.

Massa berkumpul dan semakin susah dikendalikan

Pejabat lokal mengatakan lebih dari 24 orang telah ditahan oleh polisi sehubungan dengan serentetan serangan pembakaran, sementara perwira senior juga melancarkan penyelidikan atas tindakan polisi tersebut.

Rajith Keerthi Tennakoon, direktur eksekutif Pusat Hak Asasi Manusia Sri Lanka, mengutuk “inefisiensi polisi yang tidak terduga” yang menurutnya menyebabkan kekerasan tersebut terjadi.

“Halaman media sosial dipenuhi gambar situasi dimana massa Sinhala berkumpul di kota Teldeniya pada pukul 10.00. Pada pukul 11:00, terjadi konfrontasi kekerasan saat massa berkumpul. Massa melakukan penghancuran properti Muslim mulai berlangsung sekitar pukul 13:00,” kata Tennakoon.

Kekerasan memburuk setelah seorang pria dari mayoritas Sinhala sebagian besar beragama Buddha meninggal karena luka-luka yang dideritanya dalam sebuah kerusuhan.

Kandy adalah wilayah terakhir yang diganggu oleh konflik agama dan etnis di Sri Lanka, sebuah negara berpenduduk 21 juta orang.

(sumber : aljazeera.com)

- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru