email : oerban.com@gmail.com

32.2 C
Jambi City
Jumat, September 24, 2021
- Advertisement -

Sukses Petani Milenial, Suparto Jadi Inspirasi : Tumpuan & Masa Depan Pertanian Indonesia

Populer

swarnahttps://www.oerban.com
tulisan yang berkualitas akan menjadi lentera di gelapnya jalan kehidupan

Pulau Punjung, Oerban.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus membuktikan komitmennya dalam mencetak petani-petani muda di segala penjuru Indonesia,. Keseriusan Kementan dalam  mencetak petani dari generasi milenial diwujudkan dalam sejumlah kebijakan dan program yang dilakukan oleh kementan. Kementan akan terus mencetak 2,5 juta petani milenial untuk mendukung pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus mendorong anak muda termasuk kalangan milenial mau bertani. Dia meyakini generasi muda menjadi penentu kemajuan pertanian nasional. Menurut Menteri, estafet petani selanjutnya berada di pundak generasi muda. Sebab mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian.

“Generasi milenial adalah masa depan sektor pertanian. Generasi yang mampu memanfaatkan teknologi yang tersedia, dunia dalam genggaman mereka,” papar SYL.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta generasi milenial pertanian memanfaatkan paradigma baru dunia digital dalam mengembangkan perihal bertani.

Petani milenial mempunyai peran penting untuk saat ini. Karena, untuk melanjutkan pembangunan di sektor pertanian dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

“Pertanian sekarang tidak lagi sama dengan pertanian di masa lalu. Di era digital seperti sekarang  sektor pertanian juga beradaptasi dengan Teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan.Disinilah  peran generasi milenial,” ujar SYL.

Seperti yang ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembanan SDM Peranian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nuryamsi menjelaskan, peran dari petani milenial sangat menentukan keberhasilan dalam pembangunan pertanian.

“Petani milenial meskipun jumlahnya tidak signifikan, tetapi dampaknya terhadap pembangunan  pertanian sangatlah signifikan. Oleh Karena itu para penyuluh pertanian  kami dorong untuk terus berkostribusi dalam mencetak petani milenial ini diseluruh tanah air,” kataya pada suatu kesempatan.

Banyak ide kreatif serta inovatif yang dapat muncul dari para pemuda. Kelak hal tersebut tentu saja diharapakan berpengaruh pada pengembangan dan pembangunan pertanian.

Di era saat ini, sangat penting mengubah citra petani yang selama ini identik dengan pekerja kasar, menguras tenaga, miskin, dan penghasilannya kecil.

Persepsi seperti ini harus segera diubah agar anak muda memiliki penilaian baru terhadap profesi petani. Bagi generasi milenial, pertanian tidak melulu harus kotor dengan bercocok tanam di sawah.

Akan tetapi perlu dimulai dari proses manajemen yang baik dari awal pra tanam, budidaya, panen, hingga pascapanen. Terobosan inovasi teknologi pertanian di era modern ini juga perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat  yang potensial untuk pengembangan pertanian,. Potensi inilah yang dimanfaatkan oleh salah satu generasi muda milenial  Suparto untuk terus Berperstasi, Suparto adalah Ketua  Kelompok Tani Cerdas, Jorong Kota Hilalang II, Nagari Sungai Langkok , Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya.

Saat ini kelompok Tani  yang di ketuai oleh Suparno  telah menerima bantuan UPPO Tahun 2015 . Tahun 2021  sudah memproduksi lebih dari 10 ton  pupuk organik. Jumlah  sapi yan semula 10 ekor sekaran telah berkembang menjadi 23 ekor, begitupun pupuk oranik selain dijual, dipakai di kebun sendiri hinga tanamannya  subur.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian.

“Mereka (petani milenial) diharapkan mampu menarik minat generasi milenial menekuni usaha dibidang pertanian. Apalagi sudah banyak petani milenial yang kini telah menjadi pengusaha sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga ke hilir,” ujar Dedi.

Penulis : Puji Lestari

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru