email : oerban.com@gmail.com

34.1 C
Jambi City
Rabu, Agustus 10, 2022
- Advertisement -

Sumatera Barat Turut Serta Mensukseskan Kegiatan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh oleh Kementerian Pertanian

Populer

renilda pratiwi yolandinihttps://www.oerban.com
Renilda Pratiwi Yolandini merupakan FinMartEd (Finansial, Marketing, dan Editor) di Oerbanesia. sedang menempuh pendidikan di FKIP UNJA (S1) dan mulai tergabung di Oerbanesia pada tahun 2018.

Padang, Oerban.com – Dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim yang sering terjadi di Indonesia, Kementerian Pertanian menggelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh dengan tema Adaptasi dan Mitigasi Pertanian terhadap Perubahan Iklim. Pelatihan ini diadakan serentak secara online pada tanggal 23 – 25 Februari 2022.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa dampak perubahan iklim menjadi tantangan yang sangat besar bagi sektor pertanian. Meskipun demikian Kementerian Pertanian terus mencari cara agar produktivitas pertanian terus meningkat. Maka dari itu diadakan pelatihan ini sebagai sarana untuk dapat mentransfer pengetahuan yang berguna dalam mengatasi tantangan tersebut.

Menteri Pertanian juga terus mendorong inovasi pertanian sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan iklim. Menurutnya, pelatihan ini dapat menjadi semangat dalam mengimplementasikan pelaksanaan teknologi pertanian. Mengimplementasikan kegiatan ini tentu tidak mudah, tetapi Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP harus terus melakukan pelatihan-pelatihan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dalam kondisi cuaca yang sangat ekstrem ini.

Baca juga  Dukung Merdeka Ekspor, P4S Lembang Agri Supply Buncis Kenya ke Singapura

Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian dan pusat sarana pembelajaran mengambil peran dalam menyukseskan acara pelatihan sejuta petani dan penyuluh dari Kementerian Pertanian.

Bapeltan Jambi turut serta mensosialisasikan seluruh rangkaian kegiatan pelatihan mulai dari menggaungkan pendaftaran, mengkoordinasikan jumlah petani dan penyuluh yang akan mengikuti pelatihan ke masing-masing penanggungjawab di setiap provinsi, menyampaikan susunan acara kegiatan hingga membantu menjelaskan hal-hal teknis saat kegiatan berlangsung.

Dibuka langsung oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, secara virtual, Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh ini diikuti oleh para petani, penyuluh dan juga insan pertanian lainnya se-Indonesia baik secara offline maupun online.

Propinsi Sumatera Barat, salah satu dari enam wilayah kerja Balai Pelatihan Pertanian Jambi, juga antusias mengikuti dari berbagai lokasi titik kumpul. Terdata ada 129 titik kumpul di Propinsi Sumatera Barat yang mengikuti kegiatan pelatihan tersebar di 19 Kabupaten/Kota.

Baca juga  Perkuat Kerjasama Pendidikan Vokasi dan DUDI, Kementan Adakan Multi-Stakeholder Forum

Antusiasme ini terlihat dari banyaknya partisipan yang ingin bergabung melalui zoom meeting namun tidak bisa tertampung lagi karena kapasitas terbatas hanya sejumlah 300 orang, sehingga peserta pelatihan dialihkan menonton melalui youtube.

Pelatihan sejuta petani dan penyuluh di Propinsi Sumatera Barat juga menghadirkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang diwakili oleh Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Suardi, untuk memberikan materi terkait iklim di Sumatera Barat, dimana penyampaian materi dilakukan di sela-sela pelatihan.

Dalam paparannya Suardi menjelaskan pentingnya mengetahui kondisi iklim karena sangat terkait terutama dengan sektor pertanian. Tingginya curah hujan dapat mengakibatkan penurunan produksi karena tanaman yang terkena banjir. Maka dari itu perlu mengetahui langkah-langkah ataupun upaya yang harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang terjadi.

Baca juga  Menuju Mandiri Pangan, Penyuluh dan Petani Kabupaten Bungo Bersinergi Tanam Cabai

Di Propinsi Sumatera Barat sendiri, ada beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain penyesuaian pola tanam, penggunaan varietas unggul adaptif, aplikasi teknologi rendah emisi, pembuatan biopori, sumur suntik, pompanisasi dan lain sebagainya. Diharapkan dengan melakukan upaya-upaya ini, dampak perubahan iklim yang terjadi dapat diminimalisasi, tutur Suardi.

Penulis: Kartika

 

 

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Baca juga  DENGAN NILAI JUAL YANG STABIL, PETANI MERANGIN TANAM TERONG UNTUK MEMENUHI KETAHANAN PANGAN LOKAL

- Advertisement -

Berita Terbaru