email : oerban.com@gmail.com

32.2 C
Jambi City
Jumat, September 24, 2021
- Advertisement -

Targetkan Hasil Panen, Penyuluh Konsisten Dampingi Petani

Populer

swarnahttps://www.oerban.com
tulisan yang berkualitas akan menjadi lentera di gelapnya jalan kehidupan

Aceh Besar, Oerban.com – Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi terhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani didampingi penyuluh harus tetap berlangsung meskipun di tengah Covid-19 saat ini.

Kegiatan produksi pertanian di masa Covid-19 ini harus tetap berjalan. Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar untuk sektor pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu menegaskan masyarakat untuk tidak perlu khawatir soal pangan, sejumlah 11 komoditas bahan pokok akan terus kami kawal secara instens.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof Dedi Nursyamsi menindaklanajuti hal tersebut dengan menggerakkan Tim BPPSDMP untuk mengawal intensif petugas daerah, penyuluh pertanian dan petani  untuk memastikan tetap pembangunan pertanian tetap produktif.

Kelompok Tani Kreasi Baru, Desa Saney, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar akan mengembangkan budidaya Bawang Merah seluas 30 hektar. Hal ini disampaikan oleh  Kabid. Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar disela-sela kunjungan ke BPP Lhoong. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras para anggota kelompok tani yang selama ini telah membudidayakan tanaman bawang merah selain tanaman pangan dan juga Durian. Tanah yang cocok serta iklim yang mendukung, akan menjadikan wilayah binaan BPP Lhoong ini sentral Bawang Merah di Kabupaten Aceh Besar.

Lahan yang digunakan oleh petani bawang saat ini adalah lahan pemukiman dimana sebelumnya merupakan tempat berdirinya rumah-rumah warga yang kemudian hancur lebur akibat hantaman Tsunami Aceh  2004. Lahannya sekarang sangat dekat dengan laut dan tidak diizinkan lagi untuk membangun rumah. Mengingat dari pada lahan terbengkalai, masyarakat setempat yang telah dibangun pemukiman baru di daerah yang lebih tinggi kembali memanfaatkan lahan tersebut sebagai area pertanian khususnya untuk tanaman Hortikultura. Melihat potensi ini, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar melalui BPP Lhoong terus melakukan pendampingan Penyuluhan Pertanian.

Kabid. Produksi Dinas Pertanian, Agusrizal atau yang akrap disapa Abi Agus telah melakukan kunjungan langsung kelahan petani. “Atas keberhasilan ini, kita dari Dinas akan ada hadiah untuk petani, yaitu akan kita kembangkan budidaya bawang merah seluas 30 hektar. Nantinya dilahan ini akan menjadi sentral bawang merah di Aceh Besar.

Penyuluh Pertanian, Juliana, menyampaikan bahwa petani sangat berminat dengan budidaya bawang merah, karena selama ini tidak ada kendala. Untuk hasil perbandingan dalam satu kilogram umbi atau benih menghasilkan 12 kilogram bawang.

“Teknologi Budidaya Bawang Merah sudah menggunakan bedengan dan mulsa plastik hitam perak sebagai upaya menekan pertumbuhan dan perkembangan Gulam. Sementara umbi bawang berasal dari Bima Brebes yang sudah tiga kali turunan dan sudah bisa beradaptasi dengan iklim setempat./inovasi tanam bawang merah masih mengandalkan tenaga manusia dan belum ada alat atau mesin yang bisa dimodifikasi sebagai sebuah teknologi/panen bawang merah dengan cara mencabut menggunakan tangan (manual)/pupuk; dalam hal pemupukan bawang merah petani memanfaatkan pupuk kandang sebagai pupuk organik. Ketersediaan limbah-limbah pertanian yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik membuat petani tidak kewalahan akan keterbatasan pupuk bersubsidi. /pascapanen : hasil panen ada yang dijual dan ada yang disimpan untuk musim tanam berikut. Kemampuan petani dalam menseleksi calon umbi baru untuk musim tanam berikutnya membuat petani bisa menekan biaya produksi dalam hal persiapan benih (umbi),” tambahnya.

Koordinator BPP, Yusriansyah, menyatakan bahwa dengan adanya pendampingan dari teman-teman penyuluh pertanian, petani termotivasi komoditi palawija. Jadi tidak hanya berganti pada padi saja.

Penulis : Ferdinal

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru