email : oerban.com@gmail.com

25.6 C
Jambi City
Wednesday, April 15, 2026
- Advertisement -

UPT Kementerian Pertanian Pastikan Petani Tetap Menanam Pasca Kebakaran Lahan

Populer

Tanjung Jabung Barat, Oerban.com – Musim kemarau yang panjang dapat menjadi tantangan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian apalagi kemarau ini sangat berpotensi terjadinya kebakaran lahan.

Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang merupakan wilayah Oplah, dampak kemarau mulai dirasakan petani, apalagi baru-baru ini terjadi kebakaran yang menyebakan lahan petani terkena dampaknya.

Lahan yang berada di Kecamatan Betara sempat dipasang policeline agar tidak ada aktivitas dilokasi tersebut, hal ini tentu sesuai dengan protap pihak kepolisian. Namun menlahan tersebut juga sebagiannya adalah sawah petani yang termasuk dalam program ketahanan pangan, maka tetap diberikan izin untuk diolah.

Baca juga  Semangat Pertanian Ramah Lingkungan, Petani Kabupaten Kampar Kembangkan Agens Pengendali Hayati

“Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk kepolisian, maka lahan yang terdampak kebakaran tersebut tetap diperbolehkan untuk diolah dan ditanam oleh kelompok tani,” ujar Sugeng Mulyono selaku Kepala Bapeltan Jambi.

Lebih lanjut, Sugeng menambahkan bahwa pasca kebakaran, lokasi kebakaran dibatasi dengan garis polisi dan tidak boleh malakukan aktivitas di lokasi kebakaran. Bapeltan Jambi berdiskusi bersama pihak TNI, Polri, Poktan, serta tokoh setempat akhirnya proses menanam padi disepakati dapat dilakukan kembali.

“Pertanian jangan sampai berhenti, petani harus terus menanam dan Bapeltan Jambi akan selalu hadir di tengah-tengah petani,” tutupnya.

Baca juga  UPT Kementan dan Dinas TPH Tanjung Jabung Barat Serahkan Alsintan ke Brigade Pangan

Sunaryo selaku Ketua Poktan Sumber Rezeki mengatakan bahwa kemarin mereka telah menanam padi, namun terjadi kebakaran. Banyak yang ikut terbakar. Sempat tidak boleh menanam, tapi sekarang sudah diperbolehkan kembali.

“Kini aktivitas menanam sudah kembali normal. Sabtu depan kami akan lakukan penanaman serentak bersama dalam poktan ini, dan bagi kami petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan tidak ada libur dalam mendampingi petani,” tambah Suheri PPL Kecamatan Betara.

Di kesempatan lain, Mentan Amran Sulaiman mengatakan bahwa kunci keberhasilan pertanian di musim kemarau adalah penggunaan teknologi irigasi yang efisien dan pemilihan tanaman yang tahan kering. “Kami mendorong petani untuk menggunakan teknologi irigasi yang modern dan efisien, seperti irigasi tetes dan irigasi sprinkler, untuk menghemat air dan meningkatkan produktivitas,” ujar Mentan.

Baca juga  UPT Kementan di Jambi Gelar Pelatihan Teknis Budidaya Hortikultura Guna Tingkatkan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Petani

Selain itu, Mentan juga menekankan pentingnya pemilihan tanaman yang tahan kering. “Tanaman seperti jagung, kedelai, dan kacang tanah dapat tumbuh dengan baik di musim kemarau karena memiliki akar yang dalam dan dapat menyimpan air di dalam tubuhnya,” tambah Mentan.

Mentan juga memastikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada petani dalam bentuk benih, pupuk, dan peralatan pertanian untuk membantu mereka menanam di musim kemarau. “Kami juga akan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada petani tentang cara menanam yang efektif di musim kemarau, seperti penggunaan tanaman yang tahan kering dan teknik konservasi air,” ujar Mentan.

Dengan langkah-langkah tersebut, Mentan optimis bahwa petani dapat tetap menanam dan meningkatkan produktivitas pertanian meskipun di musim kemarau. “Kami percaya bahwa dengan kerja sama antara pemerintah dan petani, kita dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tambah Mentan.

Baca juga  Kinerja BPPSDMP Capai Target, Kementan Berikan Apresiasi kepada SDM Insan Pertanian

Dalam rangka meningkatkan ketersediaan air bagi petani, Mentan juga menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur pertanian, seperti waduk dan saluran irigasi. “Kami akan terus mengembangkan infrastruktur pertanian untuk meningkatkan ketersediaan air bagi petani dan meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Mentan.

Dengan demikian, Mentan memastikan bahwa petani tetap dapat menanam dan meningkatkan produktivitas pertanian meskipun di musim kemarau. Pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada petani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca juga  Kebakaran Hutan California Utara mengubah Kota AS Menjadi Abu

Editor: Ainun Afifah

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru