Kota Jambi, Oerban.com – Wali Kota Jambi, Maulana, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Rabu (11/02/2026).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan pengukuhan Pimpinan dan Pengurus MUI Kota Jambi Masa Khidmat 2026–2031 oleh Ketua Umum MUI Provinsi Jambi, Dr. H. Muhammad Umar Yusuf.
Rakerda kali ini mengusung tema “Sinergitas Ulama dan Umara Dalam Pemberdayaan Umat di Era Digitalisasi Menuju Kota Jambi Bahagia” dan dihadiri perwakilan Forkopimda, jajaran Pemkot Jambi, Baznas Kota Jambi, organisasi keagamaan, serta para pengurus MUI sebagai peserta rapat kerja.
Dalam sambutannya, Maulana memaparkan sejumlah capaian dan program unggulan dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia. Ia menekankan bahwa penguatan nilai-nilai agama menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah.
“Sudah banyak perubahan positif sejauh ini, hal itu tampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita naik, hal ini tidak luput dari peran pemangku agama, salah satunya MUI,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi MUI dalam membimbing umat, menjadi rujukan keagamaan, memperkuat modernisasi pemahaman agama, serta menangkal paham ekstremisme dan radikalisme di tengah masyarakat.
“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral akhlak dan harmoni sosial,” ucap Maulana.
Menurutnya, Rakerda menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis demi kepentingan masyarakat secara luas.
“Selamat Rakerda, dan ini adalah momentum penting untuk meneguhkan peran keulamaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Atas nama Pemerintah Kota Jambi, saya mengucapkan selamat kepada para pengurus MUI yang baru dikukuhkan,” pungkasnya.
Pengukuhan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni organisasi, melainkan peneguhan amanah besar dalam menjaga marwah keulamaan, membimbing umat, serta menjadi penopang moral dan spiritual masyarakat. MUI dinilai memiliki posisi strategis sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, penuntun umat, sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika zaman.
Pemerintah Kota Jambi memandang MUI sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berkeadaban. Sinergi antara ulama dan umara diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang seimbang antara kemajuan fisik dan keteguhan nilai moral serta spiritual umat.(*)

