email : oerban.com@gmail.com

24 C
Jambi City
Thursday, April 16, 2026
- Advertisement -

Geopark Merangin Jambi Bukan Proyek Simbolis, Tapi Program Dunia

Populer

Oleh: Dr. Fahmi Rasid*

Oerban.com — Merangin Jambi kini berdiri sebagai bagian dari 229 UNESCO Global Geoparks (UGGp) di dunia. Dengan luas 4.832 km², ia bukan sekadar lanskap yang dihiasi batuan purba dan aliran sungai tropis, tapi laboratorium hidup yang merangkai konservasi, pendidikan, dan ekonomi lokal dalam satu kesatuan sistem.

Ketika UNESCO menganugerahi status UGGp pada Mei 2023, yang diberikan bukanlah sertifikat seremoni, melainkan mandat peradaban. Sebuah ajakan kepada kita semua — pemerintah, warga, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas global untuk menata masa depan berbasis geodiversitas dan pengetahuan.

Dan di sinilah letak kekuatan Geopark Merangin Jambi: ia bukan proyek simbolis yang berhenti di baliho dan festival pelantikan, tapi program dunia yang hidup, berdenyut di dapur warga, di kelas-kelas sekolah, di jalur pendakian yang lestari, di pasar yang memasarkan geoproduk dengan bangga.

Geopark yang Mengakar di Desa, Berdampak ke Dunia

Keunikan Geopark Merangin Jambi terletak pada warisan geologi flora Permian yang hanya ada satu di dunia, dalam lanskap tropis yang masih aktif secara tektonik. Namun keunggulannya bukan sekadar geologis, tapi sosial.

Di desa-desa tepian site, warga menjahit peluang ekonomi mikro melalui homestay, kuliner lokal, kerajinan berbasis motif fosil, hingga jasa pemandu arung jeram.

Baca juga  MJUGGp, TNKS, dan Candi Muaro Jambi sebagai Pilar Utama Destinasi Pariwisata Berkelanjutan

Lebih dari sekadar pendapatan, geopark menumbuhkan martabat baru. Anak-anak menjadi “duta bumi” yang belajar dari batu di halaman sekolahnya.

Perempuan desa memimpin koperasi katering yang melayani wisatawan. Sains tidak tinggal di menara gading, tetapi duduk di warung kopi, dalam bentuk cerita dan kebanggaan.

Dampak Nyata Lintas Skala: Kabupaten, Provinsi, dan Global

Bagi kabupaten, geopark menjadi instrumen penataan ruang yang peka risiko geologi. Jalur evakuasi bencana menyatu dengan jalur wisata. UMKM tumbuh dalam klaster kreatif.

Pemerintah daerah punya alasan dan arah untuk menyelaraskan pelayanan publik, mitigasi risiko, dan ekonomi kreatif dalam satu payung geopark.

Di tingkat provinsi, Merangin Jambi memberi poros narasi baru: Jambi sebagai provinsi yang tidak hanya elok, tetapi juga cerdas secara geologi.

Baca juga  TERUS DUKUNG PEMBAGUNAN PERTANIAN, BPP TABIR ULU KONSISTEN DAMPINGI PETANI

Branding ini menarik wisatawan minat khusus, menstimulasi riset lintas kampus, dan membuka ruang dialog kebijakan berbasis adaptasi perubahan iklim.

Sementara bagi dunia, Merangin Jambi menawarkan pengetahuan langka tentang dinamika tropis dan tektonik, serta pendekatan komunitas yang inklusif.

Geopark ini menunjukkan bagaimana Global South dapat memimpin, bukan sekadar mengikuti, tetapi menjadikan konservasi sebagai jalan hidup, bukan wacana elit.

Berpijak Pada Teori, Bekerja Dengan Rakyat

Lima prinsip kunci menopang keberhasilan Merangin Jambi sebagai program dunia:

1. Geodiversitas sebagai fondasi konservasi dan pembangunan.

2. Geoturisme sebagai pendekatan edukatif, bukan jualan destinasi.

3. Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions/NbS) sebagai SOP pengelolaan lanskap.

4. Tata kelola evaluatif melalui sistem green/yellow/red card UNESCO.

5. Kolaborasi lintas batas ilmu, budaya, dan pasar global.

Baca juga  Bupati Merangin Salurkan Perlengkapan Sekolah Gratis di Pamenang

Keberhasilan geopark ini bukan karena anggaran besar, melainkan karena keberpihakan pada metode, ilmu, dan keberlanjutan.

Ia menyatukan papan informasi, riset lapangan, narasi rakyat, dan kebijakan publik dalam satu ekosistem yang akuntabel.

Cerita dari Tapak Yang Membuatnya Hidup

Argumen terkuat bahwa Geopark Merangin Jambi bukan proyek simbolis justru tidak ditemukan di podium peresmian, melainkan di dinamika sehari-hari:

Ketika siswa menemukan fosil dan bertanya “berapa umur bumi?”, ketika pengrajin bambu merancang pola baru dari alur sungai, ketika pemandu lokal meluruskan mitos dengan penjelasan ilmiah, ketika ibu-ibu desa menghitung penghasilan dari katering homestay.

Di sinilah geopark bekerja: dalam senyap namun berdampak. Ia menghubungkan desa dengan planet, kabupaten dengan jejaring global, provinsi dengan agenda SDGs, dan warga dengan sains.

Baca juga  Terima Bantuan Benih Cabai, Petani Merangin Siap Dukung Pengendalian Inflasi
Kesimpulan: Program Dunia, Tanggung Jawab Bersama

Merangin Jambi mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak harus merusak fondasi bumi yang kita pijak bersama.

Bahwa sains bisa dituturkan dengan bahasa yang bersahabat. Bahwa kolaborasi antar pihak, lintas generasi, lintas batas, bisa terjadi asalkan ada kemauan menjaga mutu dan belajar terus-menerus.

Status UNESCO Global Geopark bukan garis akhir, melainkan komitmen awal. Komitmen untuk menapaki jejak bumi dengan bijak, dan mewariskannya dengan bangga kepada generasi yang akan datang.

Merangin Jambi tidak hanya belajar dari dunia; dunia pun kini belajar dari Merangin Jambi.

*Penulis merupakan Sekretaris PUSDIKLAT L.A.M Provinsi Jambi

Baca juga  Perkumpulan Alam Hijau dan Lembaga Lainnya Susun PDD Program Rimba Collective di Kabupaten Merangin, Ini Hasilnya
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru