email : [email protected]

24.4 C
Jambi City
Sabtu, Juni 15, 2024
- Advertisement -

ADA APA DENGAN HARI BATIK NASIONAL?

Populer

Jambi, Oerban.com- Selamat Hari Batik Nasional. Beredarnya surat imbauan oleh pemerintah tentang pemakaian baju batik, telah sampai ke provinsi Jambi. Hari Batik Nasional Rabu kemarin, (2/10).

Beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar/mahasiswa disarankan untuk mengenakan batik. Para kaum millenial membuat status di media sosialnya dengan dengan gambar batik dan caption “Selamat Hari Batik”.

Hari Batik Nasional ditetapkan di Indonesia pada tanggal 2 Oktober yang tertuang dalam keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2009. Saat itu presiden Indonesia adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, melalui pengakuan UNESCO tentang batik secara international pada sidang terbuka di Abu Dhabi yaitu sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak-benda 2 Oktober 2009 silam.

Isi Keppres Hari Batik Nasional itu adalah:
KESATU : Tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.
KEDUA : Hari Batik Nasional bukan merupakan hari libur.
KETIGA : Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Berdasarkan pengamatan Tim Oerban pada Rabu kemarin pukul 12.25 WIB, mahasiswa FST UNJA (Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi) memakai Batik sebagai bentuk menghargai imbauan tersebut dan bukti cintanya pada peninggalan leluhur budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Pengurus Daerah Provinsi Jambi Zulkiran mengatakan bahwa hari batik terdapat tiga unsur, yaitu:
1.salah satu warisan nenek moyang kita yang bisa di hargai secara nasional
2. Kita mengali lebih dalam warisan nenek moyang kita
3. Bisa memahami makna dari motif batik yang kita pakai.

“Hari Batik adalah suatu momen yang ditunggu-tunggu, karena batik adalah warisan budaya leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan,”Ujar Mefliza, Duta Genre Jambi 2018 Jalur Masyarakat.

“Harapannya Batik di Indonesia semoga semakin jaya dan eksistensinya semakin baik, karena batik bukan hanya sebatas budaya yang melekat dengan kaum kolonial, namun generasi milenial harus bangga dengan memakai batik, karena batik itu keren,” Tuturnya Mefliza.

“Trik untuk generasi milenial, Kita harus menunjukkan kebanggaan dalam diri, jangan malu dan harus bisa menemukan ide kreatif, seperti mengubah mindset kebanyakan kaum milenial yang menganggap batik itu identik tua, maka diubah konsepnya dengan ide kreatif kaum milenial seperti membentuk tas-tas dari batik yang dituangkan oleh kaum milenial, walaupun batik tetapi milenial,”ujarnya.

Penulis: Nurul Zhikra
Editor : Renilda Pratiwi Yolandini

- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru