email : [email protected]

26.6 C
Jambi City
Senin, April 22, 2024
- Advertisement -

BOM WAKTU DI EROPA

Populer

Brusells, Oerban.com – Beberapa minggu yang lalu, Belgia menurunkan tingkat ancaman nasional hampir dua tahun setelah serangan yang menewaskan 32 orang di Brussels. Tingkat itu turun menjadi dua dari tiga pada skala empat tingkat. Langkah tersebut mengindikasikan ancaman tersebut telah jatuh ke medium dari yang serius, yang berarti serangan sekarang dianggap tidak mungkin, dan bukan kemungkinan.

Selain itu, Prancis mengakhiri keadaan daruratnya pada bulan November, hampir dua tahun setelah serangan Paris 2015 yang menewaskan 130 orang. Bersamaan dengan itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menandatangani sebuah undang-undang kontraterorisme menyapu untuk mengganti keadaan darurat. Undang-undang tersebut memberi kewenangan kepada instansi penegakan hukum untuk melakukan pencarian, menutup fasilitas keagamaan dan membatasi pergerakan orang-orang yang dicurigai memiliki hubungan ekstremis.

Serangan Brussel dan Paris itu membuat pelaku yang dideportasi dari Turki. Pihak berwenang Turki telah memperingatkan Prancis dua kali mengenai ancaman yang diajukan oleh salah satu penyerang di Paris dan mendeportasi salah satu penyerang Brussels ke Belanda, dan Belgia gagal bekerja sama untuk menghentikannya dibebaskan.
Mayoritas ekstremis Daesh yang meninggalkan Eropa untuk bergabung dengan kelompok tersebut di Suriah dan Irak telah terbunuh atau dicegah untuk melarikan diri kembali ke negara asalnya. Dipercaya bahwa sebagian besar pejuang teroris asing Eropa kembali dan kebanyakan berada di balik jeruji besi. Ada orang lain yang diduga berada di bawah radar otoritas, melanjutkan hidup mereka seperti biasa.

Psikologi seseorang yang telah menyaksikan atau mungkin melakukan tindakan brutal di zona perang menyebabkan banyak pertanyaan. Menerima pelatihan militer, mengalami perubahan perilaku dan karakter, terpapar propaganda dan banyak faktor eksternal itulah yang membuat pihak berwenang Eropa berpikir. Pemerintah dan UE telah mengambil berbagai langkah untuk memperketat langkah-langkah keamanan, termasuk langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan melacak mereka yang bergabung dengan kelompok ekstremis.

(sumber : dailysabah.com)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru