BPP JAMBI USULKAN PERMATA IBU NOMINATOR P4S BERPRESTASI

oleh
peserta kunjungan melihat bagaimana pakan yang baik untuk sapi perah (foto : ridwan)

Padang Panjang, Oerban.com – Sejak berdiri tahun 80-an, kelompok tani Permata Ibu sudah fokus pada budidaya sapi perah dan pengolahan susu segar. Awalnya pengelolaan usaha tersebut berjalan sebagaimana adanya. Namun, seiring berjalannya waktu, pengelolaan usahanya mulai diperbaiki. Baik pengelolaan sirkulasi keuangan, pengelolaan administrasi, bahkan pengelolaan manajamen lembaga.

Petani sekitar mulai belajar tentang usaha sapi perah, mereka belajar tentang budidaya sapi perah, bagaimana perawatan sapi agar tetap sehat, belajar tentang pakan yang bagus untuk dikonsumsi sapi, dan belajar tentang cara pemerasan susu sapi yang baik.

Ridwan, manajer harian P4S Permata Ibu (foto tim oerban.com)
Mengingat semakin banyaknya orang belajar tentang sapi perah ini, maka kelompok tani Permata Ibu menjelma sebagai pusat pelatihan dan pembelajaran. Potensi inilah yang dilirik oleh pemerintah Kota Padang Panjang bersama BPPSDMP Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Jambi untuk menjadikan kelompok tani Permata Ibu menjadi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S). Dan kini sedang diusulkan menjadi P4S Berprestasi tingkat nasional.

P4S Permata Ibu terus melakukan inovasi, sehingga menarik minat berbagai kalangan untuk belajar. Beberapa perguruan tinggi mengirim mahasiswanya untuk magang di P4S Permata Ibu. Tidak hanya itu saja, hampir setiap hari selalu dikunjungi oleh anak-anak sekolah untuk rekreasi edukasi.

Saat ditemui tim oerban.com, P4S Permata Ibu sedang menerima mahasiswa magang dari Kepulauan Mentawai, dan Politani Payakumbuh. “ada juga perguruan tinggi lain yang seraing magang disini, termasuk UNAND, UMI Solok, dari Rokan Hulu dan Kuantan Singingi-RIAU” ungkap Ridwan sekretaris P4S Permata Ibu.

Peserta magang dari Kepulauan Mentawai, Politani Payakumbuh dan Mahasiswa Peternakan UNAND (sumber foto : tim oerban.com)

Peserta magang ini sudah seperti keluarga sendiri, bahkan terkadang kami harus menutupi biaya keperluan mereka sehari-hari selama proses magang, sahut Deslia manajer pemasaran.