email : oerban.com@gmail.com

24.6 C
Jambi City
Wednesday, April 15, 2026
- Advertisement -

Kebijakan Pendidikan Karakter Kebangsaan sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa

Populer

Oleh: Atika Nopriyani*

Oerban.com Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk watak dan karakter suatu bangsa. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, pendidikan karakter kebangsaan menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat persatuan, menjaga keutuhan NKRI, dan membangun generasi penerus yang berintegritas, toleran, serta cinta tanah air.

Oleh karena itu, kebijakan pendidikan karakter kebangsaan harus ditempatkan sebagai prioritas dalam sistem pendidikan nasional, bukan sekadar pelengkap kurikulum.

Dalam konteks ini, kebijakan pendidikan karakter kebangsaan tidak hanya berbicara tentang pengenalan Pancasila, UUD 1945, atau sejarah perjuangan bangsa di dalam ruang kelas.

Lebih dari itu, ia harus menjadi gerakan kolektif yang mengakar dalam proses pembelajaran, interaksi sosial di sekolah, hingga budaya sekolah secara menyeluruh.

Sayangnya, dalam praktiknya, pendidikan karakter sering kali tereduksi menjadi kegiatan seremonial, seperti upacara bendera atau hafalan teks Pancasila, tanpa pemahaman mendalam tentang maknanya.

Baca juga  Pendidikan Karakter Kebangsaan: Pilar Strategis dalam Membangun Generasi Bangsa

Untuk menjawab tantangan tersebut, kebijakan pendidikan karakter kebangsaan perlu dirancang secara sistematis, berkelanjutan, dan kontekstual.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta Kementerian Agama (Kemenag), harus memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan seperti kejujuran, toleransi, gotong royong, dan tanggung jawab tertanam dalam semua jenjang pendidikan.

Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan penguatan profil pelajar Pancasila adalah langkah yang patut diapresiasi dalam konteks ini.

Baca juga  Membangun Kebijakan Pendidikan yang Responsif, Saatnya Semua Pihak Terlibat

Kebijakan pendidikan karakter diterapkan dalam berbagai situasi pendidikan, yaitu pendidikan formal, non formal, dan informal. Namun, kebijakan pendidikan karakter masih mengalami berbagai kendala.

Hal tersebut diasumsikan karena tiga hal, yaitu ketidakpahaman terhadap konsep pendidikan karakter, kebijakan pendidikan karakter, serta pengembangan pendidikan karakter.

Oleh karena itu, tulisan ini mencoba menggambarkan mengenai konsep karakter dan pendidikan karakter, kebijakan pendidikan karakter di Indonesia, serta pengembangan pendidikan karakter dalam pendidikan formal, nonformal, serta informal.

Namun, implementasi kebijakan tersebut di lapangan masih menghadapi berbagai hambatan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman dan kapasitas guru dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dalam proses belajar mengajar.

Baca juga  Paradigma Baru Kebijakan Pendidikan Islam: Dari Administratif Menuju Transformasi Nilai

Guru sering kali lebih fokus pada capaian kognitif dan aspek akademik karena tekanan sistem evaluasi yang berorientasi pada nilai. Padahal, pendidikan karakter sejatinya harus hidup dalam keseharian peserta didik dalam bagaimana mereka bersikap, bertindak, dan berinteraksi.

Lebih jauh lagi, tantangan globalisasi dan digitalisasi juga turut memengaruhi karakter generasi muda. Arus informasi yang begitu deras, konten-konten negatif di media sosial, serta budaya instan dan individualistik mengancam nilai-nilai luhur bangsa.

Di sinilah peran strategis kebijakan pendidikan karakter kebangsaan, untuk menjadi benteng moral dan nilai yang memandu generasi muda agar tidak kehilangan jati diri. Sekolah harus menjadi tempat yang bukan hanya mencerdaskan otak, tetapi juga menumbuhkan hati dan nurani.

Kebijakan pendidikan karakter kebangsaan juga tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan semua pihak: sekolah, keluarga, masyarakat, dan negara. Peran orang tua dan lingkungan sosial sangat krusial dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan di sekolah.

Baca juga  Membangun Generasi Emas 2045 Melalui Program 13 Tahun Wajib Belajar

Pemerintah harus mendorong terciptanya kolaborasi lintas sektor agar pendidikan karakter benar-benar menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Karakter sebagai nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan, yang membedakan dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut dimaknai bahwa karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Muchlas juga menjelaskan bahwa karakter erat kaitannya dengan nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma agama, hukum, tata krama, budaya, adat istiadat, dan estetika yang kemudian dimunculkan dalam perilaku sehari-hari untuk bersikap dan bertindak.

Baca juga  Akses dan Kualitas Pendidikan: Masalah Sistemik di Daerah Terpencil Indonesia

Dengan demikian, pemahaman mengenai karakter tersebut dapat disimpulkan bahwa karakter merupakan identitas yang menjadi nilai dasar dan ciri khas setiap individu yang menjadi dasar dalam berpikir dan bertingkah laku kepada Tuhannya, kepada diri sendiri, kepada sesamanya, dan kepada lingkungannya, yang kemudian membedakan satu individu dengan individu lainnya yang tercermin dalam sebuah perilaku.

Setiap individu tentunya memiliki karakter yang berbeda yang dapat membedakan satu individu dengan individu lainnya. Karakter tidak serta-merta muncul ketika manusia dilahirkan ke muka bumi.

Proses memperoleh karakter tentunya terjadi karena sebuah proses panjang. Upaya untuk membentuk individu berkarakter dilakukan melalui pendidikan karakter yang merupakan upaya sadar untuk menjadikan setiap individu memiliki karakter tersebut.

*Penulis merupakan mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi

Baca juga  Perumusan Kebijakan Pendidikan oleh Kemendikbud tentang Wisuda dan Kelulusan di Jenjang PAUD hingga SMA

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru