email : oerban.com@gmail.com

24.6 C
Jambi City
Wednesday, April 15, 2026
- Advertisement -

Kritik Pedas di Media Sosial: Pejabat Serakah Dinilai Sebagai Musuh dalam Selimut

Populer

Oerban.com – Media sosial kembali diramaikan oleh kritik tajam terhadap pejabat yang dinilai abai terhadap masa depan bangsa. Dalam sebuah cuitan di platform X, pegiat media sosial Denny Siregar menyampaikan kekesalannya terhadap mentalitas pejabat yang serakah pada Selasa (7/1/2025).

“Entah kenapa negeri ini diuji terus dengan mental pejabat yang serakah, yang sama sekali gak peduli dengan masa depan bangsanya. Mungkin karena itu negeri kita terjajah begitu lama,” tulis Denny dalam akun pribadinya.

Cuitan ini memicu respons dari sejumlah pengguna platform tersebut. Salah satunya datang dari akun @Ges_Sit, yang mengungkapkan bahwa masalah utama bangsa ini adalah pengkhianatan dari dalam.

Baca juga  Indonesia Menuju Transparansi di Era Digital 5.0

“Negeri ini dikuasai orang-orang musuh dalam selimut: dihianati, dijajah, dirusak, dan dirampok oleh bangsanya sendiri, terutama oleh mereka yang memegang jabatan penting,” tulisnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pengguna akun @afandi_jays, yang menyoroti rendahnya tingkat kesadaran rakyat untuk bersatu melawan kerusakan yang terjadi.

“Lebih susah dijajah sama pejabat sendiri kalau rakyatnya masih diam aja, apalagi gak kompak. Belum lagi SDM rendah yang gampang dibodohi pejabat. Rusaknya sudah dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Sementara itu, akun @RusliUncle2 mengutip pandangan Bung Karno yang pernah memperingatkan bahwa musuh utama bangsa Indonesia kelak bukanlah penjajah asing, melainkan pengkhianatan dari bangsa sendiri.

Baca juga  Driver Ojol Tewas Tergilas Mobil Rantis Brimob saat Demo di Depan DPR RI

“Penjajahan yang begitu lama telah menjadi pelajaran bagi pejabat serakah untuk mengulang hal yang sama. Benar kata Soekarno, kelak yang kita lawan bukan lagi penjajah, tapi bangsamu sendiri,” ungkapnya.

Diskusi ini memperlihatkan kekecewaan masyarakat terhadap kondisi birokrasi di Indonesia. Publik menyerukan perlunya reformasi serius dalam kepemimpinan, mulai dari pengawasan hingga pemberantasan korupsi, demi mengembalikan kepercayaan rakyat kepada pemerintah.

Editor: Ainun Afifah

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru