email : oerban.com@gmail.com

24.7 C
Jambi City
Rabu, Januari 20, 2021
- Advertisement -

MENITIPKAN PENA DARI BILIK SUARA

Populer

renilda pratiwi yolandinihttps://www.oerban.com
Renilda Pratiwi Yolandini merupakan FinMartEd (Finansial, Marketing, dan Editor) di Oerbanesia. sedang menempuh pendidikan di FKIP UNJA (S1) dan mulai tergabung di Oerbanesia pada tahun 2018.

(Pilkada Kab. Tanjab Timur 2020)

Muaro Sabak, Oerban.com – Pada 9 Desember 2020 akan dilaksanakan pemilihan umum kepala daerah serentak untuk beberapa daerah di Indonesia. Tepatnya 9 provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota. Termasuklah Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang akan kembali memilih siapa pemimpin daerahnya lima tahun kedepan. Rangkaian kegiatan dan tahapan-tahapan pelaksanaan pemilihan umum sudah semakin mendekati garis finish. Dengan mekanisme dan aturan yang berbeda di tengah situasi pandemi yang sedang terjadi pada saat ini. KPU dengan sedemikian rupa memberikan alternative cara sebagai bentuk mitigasi agar dapat memastikan pilkada dapat terselenggara dengan baik, aman, dan sesuai dengan asas-asas pemilu. Tentu menjadi tantangan tersendiri bagi KPU sebagai penyelenggara pilkada dengan situasi pandemi yang terjadi pada saat ini. Kemudian menimbulkan dampak yang begitu kompleks bagi masyarakat terutama keadaan ekonomi yang tidak stabil. Di sisi lain tentu ada rasa kekhawatiran dari masyarakat untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) karena berpotensi menjadi penyebaran virus corona ini. Sehingga pihak penyelenggara dalam hal ini KPU harus berusaha lebih agar masyarakat tidak ragu untuk datang ke bilik suara. Dengan harapan partisipasi masyarakat tetap tinggi meski dalam situasi pandemi.

Namun beberapa ahli memberikan penilaian tersendiri melihat tantangan pelaksanaan pilkada di tengah situasi pandemi yang terjadi. Salah satunya yaitu Prof. Dr. Djohermansyah Djohan yang memberikan beberapa poin mengenai tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan pilkada di era pandemi. Paling utama tentu soal pertisipasi publik yang dikhawatirkan akan mengalami penurunan. Jika partisipasi masyarakat rendah maka legimitasi kepala daerah terpilih juga rendah karena akan ada anggapan bahwa tidak semua masyarakat memilih kepala darah tersebut. Yang kedua yaitu mengenai pelanggaran-pelanggaran pada pemilu akan semakin rentan terjadi. Seperti politik uang yang disinyalir akan semakin merajalela karena kondisi ekonomi masyarakat yang sulit pada saat ini. Kemudian yang tidak kalah penting untuk menjadi perhatian yaitu bagi calon kepala daerah petahana akan terbagi konsentrasinya antara menangani pandemi di daerahnya dan melaksanakan seluruh tahapan pemilu. Seperti sibuk kampanye mempromosikan diri dengan segala strateginya. Walaupun mekanisme kampanye pada pilkada kali ini ada perubahan tetap saja akan menyita waktu bagi para calon kepala daerah. Dengan segala tantangan yang ada maka seyogyanya dapat menjadi catatan dan perhatian bagi penyelenggara pemilu yaitu KPU beserta BAWASLU. Sehingga dapat diambil langkah alternative sebagai antisipasi untuk menghadapi tantangan yang ada.

Baca juga  BEBERAPA KONTROVERSI PUAN MAHARANI
Baca juga  MAHYUDI: SELAMAT MUSWIL KE V PKS JAMBI, SELAMAT DATANG NAHKODA BARU PKS JAMBI

Dalam hal ini KPU sudah melakukan simulasi pelaksanaan pemungutan suara yang sesuai dengan protocol covid-19 untuk memastikan sterilisasi bagi para pemilih. Demikian juga dengan BAWASLU yang sudah mengawasi seluruh tahapan pemilu sejak tahapan awal hingga saat ini. Keduanya telah mengerahkan segala upaya demi menjamin pelaksanaan pemilu yang berkualitas. Tinggal bagaimana rakyat yang harus mampu memilih calon kepala daerah yang berkualitas agar dapat memajukan daerah yang dipimpinnya. Memilih pemimpin yang mampu mengayomi seluruh rakyatnya. Sehingga keputusan dan kebijakan yang diambil akan berorientasi pada kepentingan rakyat. Apalagi dengan kondisi sosial masyarakat yang heterogen, tentu membutuhkan pendekatan khusus bagi pemerintah untuk dapat mengakomodir seluruh potsensi yang ada.

Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan suatu daerah dengan keanekaragaman suku budaya di dalamnya. Perpaduan masyarakat asli dan pendatang atau transmigrasi. Sehingga diperlukan suatu kemampuan tersendiri bagi calon pemimpin di Kabupaten ini untuk dapat menggali keragaman potensi yang ada. Bukan justru menjadi boomerang konflik sosial yang dapat menghambat pembangunan daerah. Oleh karena itu seharusnya masyarakat sadar untuk dapat jeli memilih calon pemimpinnya. Jangan malah menjual suara karena tergoda dengan beberapa lembar rupiah saja. Padahal satu suara begitu berharga jika hanya ditukar dengan serangan fajar. Karena satu suara akan menentukan bagaiaman nasib lima tahun kedepan. Bagaimana pembangunan, perekonomian, dan seluruh aspek kehidupan akan ditentukan.

Begitu pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas mempunyai komitmen tinggi bahwa seluruhnya demi kepentingan masyarakat. Pilkada menjadi panggung penting bagi jalannya demokrasi dengan segala dinamika yang ada. Dari bilik suara, rakyat akan menentukan kepada siapa akan meminjamkan penanya. Satu lubang paku yang ditusukkan ke surat suara merupakan satu pena yang dititipkan. Sehingga masyarakat harus menganal betul tangan siapa yang akan mendapatkan pena tersebut. Apakah tangan yang bertanggung jawab melaksanakan amanah yang diemban? Ataukah tangan rakus yang akan menggunakan pena tersebut untuk kepentingan dirinya sendiri? Semuanya kembali kepada masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan pena yang ia punya. Menitipkan pena kepada orang yang tepat. Dengan pena tersebut dapat menandatangani kebijakan yang pro rakyat. Menulis langkah strategis untuk kesejahteraan masyarakat. Mencatat keluhan dan kebutuhan masyarakat kemudian memberikan solusi yang bijak. Sehingga usaha menitipkan pena dari bilik suara akan berbuah manis. Karena pada akhirnya masyarakat juga yang akan merasakan setelah menentukan pilihan.

Baca juga  TETAP KRITISI PEMERINTAH MESKI PARTAINYA MASUK KOALISI, INI KATA FADLI ZON
Baca juga  DUKUNG PENINGKATAN MUTU SDM PERTANIAN, BAPELTAN JAMBI MENYELENGGARAKAN PELATIHAN KERJA SAMA DENGAN PEMERINTAH TANJUNG JABUNG TIMUR

Sepanjang lima tahun masa kepemimpinan bukan satu waktu yang sebentar. Tetapi semuanya ditentukan hanya dengan waktu beberapa menit dari bilik suara. Jadi jangan sampai terlena dengan waktu yang sebentar itu akan menentukan satu periode masa jabatan. Maka mengenal para calon kepada daerah sudah menjadi keharusan bagi para pemilih. Jangan seperti membeli kucing dalam karung, hanya ikut-ikutan tidak berdasarkan pengetahuan dan pemahaman secara menyeluruh. Rekam jejak, latarbelakang dan program yang ditawarkan harus menjadi pertimbangan khusus. Bukan memilih berdasarkan popularitas tetapi tidak sesuai dengan kualitas. Hanya karena bayang-bayang reputasi seseorang sehingga menjadi patokan untuk dipilih. Melainkan memang personality dan jiwa kepemimpinan yang baiklah yang harus dipilih. Hal demikian dapat dilihat dari rekam jejak dari setiap calon kepala daerah.

Bagaimana cara dan sikapnya dalam mengambil setiap keputusan dalam menangani persoalan. Terutama tentu integritas dan bukti nyata yang diberikan bukan hanya janji tanpa bukti. Kemudian visi dan misi yang ditawarkan apakah sesuai dengan realita di lapangan serta relevan untuk direalisasikan. Bukan suatu hal yang muluk-muluk terkesan solutif tetapi mustahil terlaksana. Khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur jelas bahwa yang harus menjadi prioritas adalah insfartruktur terutama jalan. Karena mayoritas perekonomian masyarakat bergerak di bidang pertanian dan perkebunan. Sehingga akses jalan menjadi sangat penting agar masyarakat tidak dirugikan dengan harga komoditas pertanian dan perkebunan tidak stabil. Dengan demikian maka masyarakat dapat melihat visi-misi calon kepala daerah yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan.

Karena hal tersebut yang menjadi kebutuhan primer untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Meskipun tentu aspek-aspek dan bidang yang lain tidak bisa juga dipandang sebelah mata. Dalam artian sebagai calon kepala daerah dengan keaekaragaman potensi suku, budaya dan sumber daya alam yang ada maka harus dapat mengintegrasikan seluruh kepentingan yang beranekaragam ke dalam satu arah pembangunan wilayah yang kompleks. Oleh karena itu diperlukan suatu program ataupun rencana kerja yang jelas antara program rencana, sasaran dan capaian keberhasilan. Menyusun rencana prioritas dan sasaran pembangunan yang efektif dan efisien. Tentu membutuhkan kinerja dari pemerintah secara keseluruhan bersama dengan pihak-pihak terkait seluruh stakeholders yang ada. Mampu berkolaborasi membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dengan pemerintah, pemerintah dengan sektor bisnis dan pemerintah dengan masyarakat. Sehingga usaha memperjuangkan kepentingan rakyat akan menemukan jalan yang terbaik. Jika masyarakat dapat memilih pemimpin Kabupaten tanjung Jabung Timur seperti di atas maka jalan menuju kesejahteraan akan terbuka lebar.

Baca juga  Mengerikan, Gedung Capitol Amerika di Duduki Pemberontak
Baca juga  PILKADA JAMBI 2020 VS COVID-19

Penulis: Bambang Iswanto

Editor: Renilda PY

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru