email : oerban.com@gmail.com

23.7 C
Jambi City
Senin, Oktober 25, 2021
- Advertisement -

Menuju Era yang Betul-betul Normal

Populer

swarnahttps://www.oerban.com
tulisan yang berkualitas akan menjadi lentera di gelapnya jalan kehidupan

Oleh : Hendri Yandri *

Sejak pandemi covid-19 ditetapkan presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 yang lalu, Indonesia mengalami guncangan yang serius, seluruh sektor terdampak. Upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah berupa lockdown, atau kini dikenal dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) menghadapi benturan dengan penumbuhan ekonomi yang menjadi tulang puggung penggerak roda pemerintahan. PPKM menjadi langkah preventif pemerintah menekan lajunya penderita covid-19, langkah ini setidaknya mampu menjadikan kurva penderita covid menjadi landai. Pada 19 September 2021, kasus terkonfirmasi sebanyak 4.190.763, sembuh sebanyak 3.989.326 jiwa, dan meninggal dunia 140.468 jiwa. (data bps).

Selain penerapan PPKM, langkah vaksinasi masal yang dilakukan semua pihak, pemerintah, swasta, organisasi masyarakat lainnya juga memberikan pengaruh terhadap pengurangan laju pertumbuhan covid-19 di Indonesia. Total 79,617,095 dosis I dan 45,194,640 dosis II dari 208.265.720 yang ditargetkan pemerintah telah melakukan vaksinasi. Usaha yang dilakukan pemerintah tentu bukan tanpa kendala, sebab masih ada sebagian masyarakat yang enggan untuk vaksinasi akibat terlalu liarnya isu pemberitaan baik dimedia masa terlebih media sosial yang menjadikan vaksinasi sebagai bahan untuk menakut-nakuti masyarakat.

Pada Mei 2020 pemerintah mencanangkan new normal, yakni kembali pada tatanan kehidupan baru dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. New normal yang ditargetkan tersebut membawa angin segar bagi seluruh sektor, karena akan membangkitkan gairah perekonomian. Akan tetapi, ternyata harapan pemerintah tersebut tidak berjalan sesuai rencana, justru new normal yang dicanangkan menjadi latah, karena dianggap sebagian masyarakat untuk bebas, tanpa memperhatikan lagi protokol kesehatan, akibatnya angka covid kembali naik tajam.

Kini tren covid-19 mulai menurun, sejak kasus tertinggi pada 15 Juli 2021 yakni 56.757 terkonfirmasi terserang covid, sementara data hari ini 2.234 orang yang terkonfirmasi (data per 19 September 2021/covid19.go.id). Secara statistik, angka ini memberikan arti bahwa kerja keras pemerintah dan masyarakat membuahkan hasil, sehingga laju pertumbuhan penderita covid menjadi landai.

Jika tren ini dapat dipertahankan selama tiga bulan kedepan, maka tahun 2022 Indonesia betul-betul akan memasuki kehidupan new normal yang sebenarnya. Dimana kehidupan akan perlahan pulih, roda ekonomi kembali berputar, serta seluruh sektor akan kembali berjalan seperti sediakala. Dengan satu catatan penting, tetap menjalankan protokol kesehatan, sampai pandemi ini menjadi endemi.

Penulis CEO Oerbanesia Cyber Media

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru