email : [email protected]

23.7 C
Jambi City
Senin, Maret 4, 2024
- Advertisement -

MILENIAL KRISIS IDOLA

Populer

Jambi, Oerban.com – Di zaman serba mudah dengan media yang berlimpah ternyata tidak selamanya indah. Banyak hal yang tidak bermanfaat kadang berserakan dibanyak tempat. Hingga berita-berita yang tiap hari seringkali tidak mendidik. Kasus korupsi minsyalnya, hampir tiap hari selalu viral dimedia, kaula muda menikmati dan meneladani mereka-mereka yang tersenyum manis memakai rompi oren.

Jarang sekali kita mendengar anak-anak muda atau yang kita kenal kaum millenial nongkrong di persimpangan jalan, warung kopi atau cafe sedang membicarakan kisah-kisah para Nabi atau sahabat, palingan mereka menggenggam erat smarphonenya sambil senyum chattingan atau teriak-teriak dengan gamenya.

Miris kawan, millenial yang kita banggakan hari ini tidak tau siapa yang mesti mereka idolakan, coba tanya pada mereka, siapa yang mereka idolakan? Sebagian menjawab bintang-bintang holliwood atau bahkan artis-artis k-pop. Mereka tidak kenal siapa Sultan Muhammad Al Fatih, siapa Sholahuddin Al Ayubi, Siapa Mushab Bin Umair, Siapa nama sahabat yang mengusulkan membuat parit diperang khandaq. Kebanyakan millnial kita tidak tau dengan kisah kisah hero yang nyata. Mereka malah kagum dengan rekayasa film. Bangga dengan tokoh-tokoh fiksi.

Sudah jadi tugas kita bersama untuk mengarahkan siapa yang mesti mereka idolakan, jangan sampai ngumpul-ngumpul bareng mereka tapi kita tidak berkisah tentang para pejuang yang nyata yang benar-benar berjuang tanpa rekayasa. Tanpa ada sutradara yang mengatur skenario siapa yang mesti jadi lakon, siapa penjahat dan siapa orang baik. Sejak dini, kisahkan pada mereka bagaimana sahabat berjuang dulu, buatlah mereka senang dengan kisah-kisah seperti itu agar mereka tau siapa yang harusnya jadi idola, agar mereka tau artis-artis k-pop itu bukan lah apa-apa.

Baca juga  MENAKJUBKAN, WALAU TAK TAMAT SMP PEMUDA INI MAMPU MERAIH OMZET 100 JUTAAN DALAM WAKTU 6 BULAN

Krisis bisa di atasi, sebelum semua terlambat, saatnya kita beraksi, aksi yang punya visi menyelamatkan generasi. Berdiam diri mengutuk keadaan bukanlah tipikal anak muda sekarang, punya banyak ilmu tentang gerakan, nalar filsafat atau apapun itu tidak ada gunannya jika tidak ada aksi nyata yang tulus dari hati. Saatnya kita memulai, dari sini, dari hari ini.

Penulis: Ori D Zandra
Editor: Renilda Pratiwi Yolandini

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru