PARADOKS JOKOWI : IMPIAN PROLETAR DAN JALAN SUTRA BARU

oleh -122 views

Oleh : Kusnan Sayuti
Anggota KA KAMMI Jambi, Tinggal di New Zealand

Fenomena Jokowi
Kehadiran Jokowi dalam kancah politik nasional adalah sebuah fenomena yang luar biasa, cepat, lugas trengginas. Pengusaha mebel yang memulai karir politik lewat pemilihan walikota solo tahun 2005 dan hanya butuh kurang lebih Sembilan setelah itu Jokowi terpilih menjadi presiden republik Indonesia yang ke-7. Dan sekarang running untuk pencalonan kedua kalinya sebagai presiden RI.

Menurut Ross Tapsell dalam Indonesias Media Oligarchy and the Jokowi Phenomenon, Jokowi menjadi sangat fenomenal adalah karena peran massive dari media dan konteks politik yang tepat saat kemunculannya.
Setidaknya, masih menurut Ross Tapsell dari segi peran media Jokowi memiliki dua nilai jual yakni: Blusukan dan People darling.

Blusukan menjadi jualan media atas diri Jokowi, fenomena yang tidak atau jarang dilakukan oleh tokoh politik semenjak orde reformasi bergulir menjadi semacam oase bagi kegersangan sosok pemimpin yang mau head to head dengan rakyat jelata dan mengakomodir kegelisahan mereka secara langsung tanpa perantara dan tanpa skedul.
People darling, Sosok Jokowi yang memang tidak mengambil jarak dengan masyarakat, baik dari penampilan maupun gaya hidup. Selalu ramah menyapa masyarakat dan tak segan menerima ajakan selfie dari pendukungnya adalah poin kedua yang menyebabkan media gampang menjual Jokowi.

Kesemuanya itu di tunjang dengan timing kemunculan yang tepat, dimana Indonesia sudah sangat lama di ketahui berada dalam cengkeraman pemerintahan yang korup. Dan media secara terus menerus membangun opini tentang korupnya pemerintahan, mental birokrat yang kapitalistik, sistem politik rente dan elit penguasa yang bermewah dan jauh dari kesederhanaan. KPK secara massive menangkapi pejabat atau mantan pejabat era sebelum Jokowi naik sebagai presiden.
Sampai saat ini ketika Jokowi bertarung untuk posisi yang sama di periode selanjutnya, jualan media di sekitar Jokowi adalah jualan tentang kesederhanaan dan mewakili rakyat kecil.