email : oerban.com@gmail.com

25.6 C
Jambi City
Minggu, Oktober 24, 2021
- Advertisement -

Petani Milenial Alumni Polbangtan Kementan Sukses Dirikan Kedai Gebrak

Populer

swarnahttps://www.oerban.com
tulisan yang berkualitas akan menjadi lentera di gelapnya jalan kehidupan

Bogor, Oerban.com – Satu hal yang diharapkan Kementerian Pertanian dari petani milenial adalah inovasi. Karena, inovasi inilah yang akan membawa sektor pertanian pada kemajuan.

Petani milenial sendiri lahir di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Keberadaan teknologi seperti komputer, gadget, dan video games dapat dikatakan menjadi nyawa bagi generasi ini. Kaum milenial juga memiliki karakter yang visioner, kreatif, dan haus ilmu pengetahuan.

Hal ini juga yang mengantar Dwiki Handian Putra, atau akrab disapa Dwiki menghadirkan Kedai Gebrak dengan produk unggulan olahan kopi.

Alumni Polbangtan Bogor ini cermat membaca peluang dengan semakin menjamurnya kedai kopi di berbagai tempat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan Kementan akan berusaha agar milenial yang terlibat di pertanian lebih banyak lagi.

“Masa depan pertanian Tanah Air berada di tangan generasi milenial. Untuk itu, kita akan dorong agar lebih banyak milenial yang terjun ke pertanian,” katanya.

Untuk itu Mentan dan jajarannya berupaya mengoptimalkan sektor pertanian ke depan tidak lepas dari peran pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Demikian juga dengan komitmen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor untuk menghasilkan petani milenial selain sebagai job creator juga sebagai job seeker.

Peran Polbangtan Bogor untuk menghasilkan job creator benar-benar dilaksanakan oleh alumninya.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa Polbangtan mencetak para alumni menjadi wirausahawan muda melalui PWMP.

“Alumni Polbangtan dipastikan mempunyai ilmu terapan yang sesuai dengan permintaan industri untuk menjadi qualified job seeker dan juga memiliki kemampuan untuk menjadi excellent job creator,” tegasnya.

Berawal dari enam orang sahabat sejak tingkat dua, Dwiki sudah memulai usaha kecil-kecilan dengan berjualan es susu di area kampus, hingga memiliki keinginan untuk menjadi pengusaha.

Empat tahun menempuh pendidikan di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor dan lulus pada Agustus 2019, keenam orang sahabat ini mengikuti program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) yang diselenggarakan oleh Polbangtan Bogor.

Karena memiliki ide yang berbeda namun satu tujuan, mereka membentuk dua kelompok dengan nama yang berbeda yaitu SUBRAD “susu brader” dan Dezapu Ice Cream and Coffee. Seiring berjalannya waktu, mereka berkolaborasi dengan membentuk satu nama yaitu Kedai Gebrak yang terbentuk pada Desember 2019 yang berlokasi di Dramaga seberang Kampus IPB.

Adanya pandemi tentunya berdampak pada usaha yang dijalankan oleh Dwiki dan rekan-rekannya sehingga memaksa usaha yang semula merupakan usaha susu murni bernama SUBRAD (Susu Brader) berubah menjadi usaha kopi (homey coffee and eatery) bernama Kedai Gebrak.

“Kami harus memutar otak untuk membuat strategi baru untuk bertahan di tengah pandemi. Tak mengandalkan susu segar saja, saya mencoba menambah nilai tambah dengan menyajikan produk baru yang unik dan menarik sehingga dapat membuat konsumen penasaran,” tuturnya.

Produk tersebut diantaranya adalah kopi rempah, susu jagung dan gebrak roaster (menjual kopi bubuk dan roasbeans dalam kemasan), serta kopi sachet dengan target market yaitu kedai kopi dan warung-warung yang bisa dijadikan supplier.

“Kemudian dilanjutkan dengan peluncuran produk kopi susu literan dan produk susu literan dengan varian rasa yang bermacam-macam seperti Red Velvet, Grentea, Coklat, Oreo dan Pisang,” papar Dwiki.

Ketika di tanya untuk pemasaran, Dwiki menjelaskan Kedai Gebrak tidak hanya menyediakan jasa jual kopi di dalam kedai saja akan tetapi siap menerima permintaan pasar kopi baik ekspor ataupun impor dengan kuantiti yang banyak berupa greenbeans atau roasbeans.

Jiwa kewirausahaan Dwiki dan rekannya tentu menjadi bukti kesuksesan Polbangtan Bogor sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan dibawah naungan Badan Penyuuhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dalam membentuk job creator.

Penulis : Nurlaily

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru