email : oerban.com@gmail.com

24.7 C
Jambi City
Rabu, Januari 20, 2021
- Advertisement -

Presiden Jokowi Minta Kurangi Komoditas Pangan Impor Dengan Cara – Cara Modern

Populer

renilda pratiwi yolandinihttps://www.oerban.com
Renilda Pratiwi Yolandini merupakan FinMartEd (Finansial, Marketing, dan Editor) di Oerbanesia. sedang menempuh pendidikan di FKIP UNJA (S1) dan mulai tergabung di Oerbanesia pada tahun 2018.

Muaro Jambi, Oerban.com – Kementerian Pertanian mengadakan kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian tahun 2021 pada hari Senin (11/01/2021). Bertempat di Istana Negara, acara dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Ikut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartato, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Presiden Joko Widodo meminta kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo lebih serius dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya pengelolaan pangan nasional untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas impor. “Kita tahu penduduk Indonesia sudah 270 juta jiwa lebih. Oleh sebab itu, pengelolaan yang berkaitan dengan pangan harus diseriusi. Pembangunan pertanian betul – betul harus kita seriusi terutama yang berkaitan dengan komoditas pertanian yang impor,” kata Presiden Jokowi pada pembukaan Rakernas.

Baca juga  BAPELTAN JAMBI LAKUKAN BENCHMARK PENGELOLAAN TERNAK DI BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN HEWAN CINAGARA

Menurut Presiden, saatnya pemerintah mengurangi secara berkala komoditas pangan yang diimpor melalui cara – cara modern seperti penggunaan teknologi dan penyediaan lahan pertanian yang luas hingga ratusan ribu hektar, seperti food estate (lumbung pangan) yang kini dikembangkan di Provinsi Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah serta harus diselesaikan tahun ini juga sehingga pemerintah dapat mengevaluasinya. “Problemnya apa, masalah di lapangannya apa dan juga dengan cara – cara teknologi bukan dengan cara – cara konvensional di food estate. Nanti kalau ini benar, semua Provinsi sudah datang, tinggal di copy saja,” jelas Presiden.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan rakernas digelar dalam rangka penyusunan program kerja Kementerian Pertanian tahun 2021. “Arah pembangunan pertanian tahun 2021 adalah pertanian maju, mandiri dan modern,” kata Mentan.

Baca juga  PENYULUH BPP KOSTRATANI TABIR ULU: SEMOGA TANAMAN PADI GOGO HASILNYA MEMUASKAN

Selanjutnya beliau mengatakan arah pembangunan Kementerian Pertanian adalah meningkatkan produktivitas beserta programpendukung terkait penigkatan produktivitas dan diversifikasi pangan. “Setiap Provinsi harus ada pangan lokal seperti pisang, sagu dan sorghum,” ujar SYL.

Menteri Pertanian juga mengucapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan arahan Presiden Republik Indonesia, Jokowi dalam pembangunan pertanian. Menurut Mentan, pertanian adalah sektor yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dunia. Karena itu peningkatan produktivitas adalah pilihan yang wajib dilakukan semua pemerhati pertanian Indonesia. “Demi mendukung arahan Presiden, kami memiliki Cara Bertindak (CB) 1 sampai 5 dan kami siap melakukannya di lapangan,” tutup Mentan.

Penulis: Wahyudi N

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Baca juga  KADIS KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAMBI BERSAMA BAPELTAN JAMBI PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT GUNA WUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN

- Advertisement -

Berita Terbaru