email : oerban.com@gmail.com

34.6 C
Jambi City
Sunday, April 12, 2026
- Advertisement -

Self Boundaries: Solusi Buat Kamu yang People Pleaser

Populer

Oerban.com – Keinginan untuk membantu dan bermanfaat bagi orang lain merupakan sifat yang begitu mulia. Akan tetapi, bagaimana jika kebaikan yang kamu berikan justru membuat kamu merasa terbebani karena harus memuaskan orang lain?

Kondisi inilah yang sering dialami oleh orang dengan kondisi mental “people pleaser” atau lebih mementingkan orang lain dan mengesampingkan kepentingan diri sendiri.

Menurut (Ulyatus dkk., 2024), pada umumnya seorang “people pleaser” menunjukkan perilaku kesulitan untuk menolak permintaan orang lain, merasa takut untuk menolak ajakan orang lain, dan selalu mencari pengakuan dari lingkungan sosial mereka.

Baca juga  Self-Therapy dengan Mental Health Guardian Bersama Al-Quran

Hal ini tanpa sadar dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, stres, serta meningkatnya rasa tidak percaya diri.

Pengidap people pleaser menganggap kebahagiaan orang lain adalah tanggung jawabnya. Mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan orang lain tanpa menyadari kebiasaan ini memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental.

Kebiasaan ‘berbuat baik’ terhadap sesama manusia menjadi budaya sejak kecil. Namun, di balik itu kita juga harus memprioritaskan kepentingan diri sendiri sebelum menolong orang lain.

Baca juga  Orang Terdekat Berprofesi Sebagai Psikolog, Bolehkah Konsultasi?

Dalam ilmu psikologis ada teori self boundaries yang membahas tentang kepedulian dan prioritas terhadap diri sendiri. Teori ini tidak menentang seseorang untuk peduli terhadap sesama, tetapi lebih memberikan pemahaman tentang batas-batas prioritas terhadap diri sendiri dan juga orang lain.

Ingin tahu lebih lanjut? yukk disimak!!!!

Menurut Ahli Psikologi Hadfield & Hasson (2022), Self Boundaries merupakan bentuk sikap terkait dengan penegasan dalam diri individu terhadap orang lain. Tegas terhadap diri sendiri dengan memberitahu kepada orang lain mengenai sesuatu yang seseorang inginkan dengan cara yang tegas dan percaya diri.

Sikap berani menjelaskan maupun ‘menyuarakan’ apa yang sedang individu pikirkan mengenai perasaan dan opini sesuai kebutuhan individu tersebut.

Baca juga  Personal Boundaries: Membangun Batasan Diri sebagai Proteksi Diri

Self boundaries membimbing individu belajar kapan harus berani untuk menolak dan kapan bisa memenuhi permintaan orang lain merupakan bagian penting untuk merasa nyaman, aman, dan rileks saat berinteraksi dengan orang lain (Cole, 2021).

Sejatinya self boundaries ditetapkan bukan sebagai bentuk sikap menang sendiri ataupun keegoisan, tetapi justru merupakan bentuk nyata kepedulian seseorang terhadap dirinya sendiri dengan menetapkan batasan-batasan yang sesuai.

Jika seseorang tidak menerapkan self boundaries, maka akan berakibat pada kesulitan orang tersebut untuk menjaga privasi hidupnya. Tanpa membuat batasan diri di lingkup pertemanan maupun sekitarnya, individu akan mudah terbuka akan kehidupannya.

Baca juga  Attachment Style, Output dari Pola Asuh yang Berefek Hingga Dewasa

Meskipun belum banyak penelitian mengenai self boundaries yang berkembang dalam masyarakat, ada beberapa metode psikologi yang dikembangkan sebagai bentuk strategi penerapan batasan diri:

1. Membangun Kepercayaan Diri

Rasa percaya diri merupakan bagian dari self boundaries, menerima diri sendiri mencerminkan kebahagiaan dengan realitas diri sendiri. Seseorang yang puas dengan dirinya sendiri tidak mudah frustasi dan menggantungkan kebahagiaannya kepada orang lain, dia bisa lebih mandiri dan dapat menentukan batasan terhadap orang lain.

Baca juga  Expressive Writing Therapy, Seni Mengkaji Emosi Diri Melalui Tulisan

2. Membentuk Disiplin dan Perlindungan Diri

Kesadaran akan diri sendiri serta membangun perlindungan menjadi bukti seseorang dapat membangun batasan diri. Hal ini dapat dipraktekkan dengan menerapkan kedisiplinan. Tujuannya untuk melatih diri kita dalam menentukan skala prioritas untuk membantu dan membahagiakan orang lain maupun diri sendiri.

Privasi merupakan batasan yang berfungsi untuk menjelaskan hubungan rahasia, kebutuhan individu untuk menentukan kapan dan bagaimana informasi pribadi dapat dibagikan kepada orang lain. Selain itu, privasi juga berguna sebagai kontrol diri sehingga tidak mudah memberikan informasi pribadi kepada orang lain.

Baca juga  Crab Mentality

Itulah beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun batasan diri. Meskipun masih sedikit penelitian mengenai konsep psikologi ini, kedepannya diharapkan banyak lagi tinjauan atau pun riset mengenai self boundaries ini.

Sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa kebermanfaatan bagi orang lain merupakan kewajiban setiap manusia. Akan tetapi, seseorang juga harus menetapkan batasan prioritas dalam hidupnya. Batasan prioritas ini berguna agar nantinya kebaikan tersebut mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain, bukan sebaliknya.

Penulis: Nanda Aulia Putri, S.Psi

Sumber Referensi:

1. Arsyad Achmad Zaini, Muchlis Ibrohim, dkk. (2024). Membangun Self Boundaries Dalam Peningkatan Pendidikan Karakter di Era Bullying Sekolah. Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol 2 (2). Hal 31-44.

2. Kurniawan, Khoirunnisa, dkk. (2025). Set Yours Boundaries: Edukasi Mengenai Boundaries Management Bagi Remaja di Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Pangandaran. Jurnal Masyarakat Mandiri. Vol 9 (3). Hal 3190-3199.

3. Zalika Farras Raisa, Nisa Athia Tamyizatun. (2024). Hubungan Self Boundaries Terhadap Perilaku People Pleaser pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta. Al-Hiwar: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah.Vol 12 (2). Hal 15-25.

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru