“TAHUN BARU HIJRIYAH AWALI DENGAN YANG BARU”

oleh

Oleh : Lia Kartina

Selasa (11/9/2018) sudah masuk tahun baru Hijriah 1440. Hal ini disambut oleh seluruh umat muslim di dunia termasuk di Indonesia. Indonesia selalu memiliki acara tersendiri untuk menyambut tahun baru umat islam ini. Setiap daerah mempunyai tradisi yang unik serta tidak bisa kita temukan pada hari-hari lain seperti Kirab Kebo Bule-Keraton Surakarta.

Malam satu suro sebutan tahun baru islam bagi muslim jawa biasanya dihiasi dengan pawai obor ditemani dengan sholawatan.

Sama seperti tahun baru masehi, tahun baru Hijriah adalah langkah awal dari perubahan jati diri seorang muslim. Seperti makna Hijriah itu sendiri yakni hijrah atau berpindah. Tahun hijriah diawali sejak Nabi Muhammad SAW pindah dari Mekah ke Yastrib atau yang dikenal sebagai Madinah.

Seorang mukmin tentu harus memaknai betul pergantian tahun umat islam ini, tahun yang berlalu adalah sebuah catatan yang dijadikan pelajaran guna mengambil langkah terbaik ditahun yang akan datang.
Setiap yang diawali dengan baik maka akan berakhir baik pula. Begitu pula dengan langkah kita satu tahun ke depan, mengawali tahun baru dan mengakhiri tahun yang kita lewati dengan doa merupakan tanda kita siap meninggalkan keburukan dan melangkah menuju kebaikan di tahun ini.

Ibaratkan tahun baru ini sebagai bongkahan batu yang di dalamnya terdapat emas, intan, dan berlian seberapa besar usaha kita untuk menghancurkan batu itu akan menjadi faktor kuat untuk kita mendapatkan barang berharga tadi. Bongkahan batu itu adalah dosa-dosa kita dan kebiasaan buruk kita. Sedangkan barang berharga tadi adalah masa depan dan akhirat kita.

Berubah menjadi baik itu sulit kalau kita sendirian karena itu kita butuh seseorang untuk menguatkan. Yang dulu tidak sholat sekarang tobat dan sholat. Yang dulunya suka ghibah sekarang suka sedekah. Yang dulunya pembenci sekarang jadi pemberi. Yang dulunya suka emosi sekarang baik hati.
Jangan pernah ragu untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan mengajak kepada kebaikan karena surga tidak sebesar daun kelor.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-quran 2:83 “Dan (ingatlah) ketika kami mengambil janji dari Bani Israil,”Janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat. Tetapi kemdian kamu berpaling (mengingkari) kecuali sebagian kecil dari kamu dan kamu (masih menjadi) pembangkang.”