email : oerban.com@gmail.com

27.9 C
Jambi City
Sunday, March 8, 2026
- Advertisement -

Trio Eropa Kecam Blokade Bantuan Kemanusiaan oleh Israel di Gaza

Populer

London, Oerban.com — Pemerintah Prancis, Jerman, dan Inggris (trio Eropa) pada hari Rabu (23/4) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras blokade Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, serta mendesak pemulihan segera akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan dan seruan baru untuk mencapai gencatan senjata.

“Israel telah sepenuhnya memblokir bantuan kemanusiaan ke Gaza selama lebih dari lima puluh hari,” demikian bunyi pernyataan bersama para Menteri Luar Negeri ketiga negara tersebut.

Situasi ini menyebabkan kelangkaan pasokan penting, meningkatkan risiko kelaparan, penyakit, dan kematian bagi penduduk sipil Palestina, termasuk satu juta anak-anak. Ini harus segera diakhiri.

Baca juga  Yusril Sebut Larangan Buka Bersama Bisa Sudutkan Pemerintah Jokowi Sebagai Anti Islam

Para Menteri menyoroti bahwa selama masa gencatan senjata yang berlaku semenjak Januari, bantuan dapat disalurkan secara efektif oleh PBB dan LSM internasional. Mereka menyebut kondisi saat ini sebagai “tidak dapat ditoleransi”.

Ketiga negara juga menyatakan keprihatinan mendalam atas pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengenai politisasi bantuan kemanusiaan dan rencana jangka panjang Israel di Gaza.

Pernyataan semacam itu tidak dapat diterima dan membahayakan prospek perdamaian. Bantuan kemanusiaan tidak boleh dijadikan alat politik. Wilayah Palestina tidak boleh dikurangi ataupun mengalami perubahan demografis.

Baca juga  Ribuan Orang Berkumpul di Prancis pada May Day Menuntut Keadilan

Pernyataan tersebut juga menekankan pentingnya netralitas kerja kemanusiaan dan menuntut Israel untuk memastikan akses penuh dan aman bagi PBB serta organisasi kemanusiaan di seluruh wilayah Gaza.

Selain itu, Prancis, Jerman, dan Inggris menyampaikan kecaman atas serangan terbaru yang menargetkan personel serta fasilitas kemanusiaan dan medis.

“Israel harus berbuat lebih untuk melindungi warga sipil dan para pekerja kemanusiaan,” tambah mereka.

Ketiga negara menyerukan pemulihan mekanisme dekonflik kemanusiaan serta akses bagi tenaga medis dan evakuasi pasien yang terluka atau sakit ke luar wilayah Gaza.

Baca juga  Tahanan Palestina Ungkap Penyiksaan oleh Tentara Israel

Mengakhiri pernyataan, para Menteri kembali menyerukan penghentian permusuhan dan perlunya solusi politik menyeluruh.

“Kami menyerukan gencatan senjata segera dan pembebasan semua sandera oleh Hamas. Kami tetap berkomitmen terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian dan stabilitas jangka panjang bagi Israel dan Palestina.”

Sejak 2 Maret 2025, Israel menutup seluruh perbatasan Gaza, memblokir pasokan penting. Sejak Oktober 2023, lebih dari 51.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak yang telah tewas akibat operasi militer Israel di wilayah tersebut.

Sumber: Daily Sabah

Baca juga  Hamas Siap Bebaskan Semua Sandera Israel Jika Israel Setujui Pertukaran Tahanan Menyeluruh dan Akhiri Perang di Gaza

Editor: Julisa

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru