email : oerban.com@gmail.com

28.9 C
Jambi City
Sunday, April 19, 2026
- Advertisement -

Warga Palestina Mengungsi Akibat Perang, Kembali ke Rumah di Tengah Kehancuran

Populer

Gaza, Oerban.com – Ratusan orang berbaris ke utara dari Kota Gaza menuju Jabalia pada hari Minggu, melewati jalan-jalan yang dipenuhi puing-puing saat gencatan senjata dalam perang genosida Israel berlaku di wilayah Palestina.

Di beberapa tempat, mereka melintasi landscape abu-abu, penuh dengan puing-puing beton yang hancur dan kerangka bangunan yang telah runtuh.

Mereka berjalan melalui kabut debu yang terangkat oleh langkah kaki ratusan orang dan kendaraan di atas tanah berpasir di jalanan.

Baca juga  Israel Mengancam akan Lancarkan Serangan di Seluruh Gaza setelah Gencatan Senjata Berakhir

“Kami tiba di sini pukul enam pagi dan mendapati kehancuran besar yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Walid Abu Jiab, seorang warga Gaza yang mengungsi dan kembali ke rumahnya di Jabalia.

“Tidak ada lagi yang tersisa di utara yang layak untuk dijalani,” katanya kepada Agence France-Presse (AFP).

Di kedua sisi jalan, bekas gedung apartemen tergeletak hancur setelah berbulan-bulan penembakan dan serangan udara Israel selama operasi militer yang sangat terfokus pada wilayah utara Palestina.

Fuad Abu Jilboa, warga Jabalia lainnya yang mengungsi, menggambarkan pemandangan saat kembali ke rumahnya sebagai “kehancuran yang tak terlukiskan, tidak seperti apa pun yang pernah disaksikan sejarah.”

Baca juga  2 Orang Tewas Setelah Serangan Drone Israel Di Gaza

Kembali ke Rafah

Meski mengalami kerusakan, Minggu tetap diwarnai dengan pemandangan kegembiraan dan perayaan, meskipun gencatan senjata sempat tertunda beberapa jam.

Di kota Khan Yunis di selatan, kerumunan orang berkumpul di jalanan dan bersorak. Ratusan orang berkumpul di persimpangan, bermain drum, mengibarkan bendera Palestina, dan bersorak-sorai.

“Kegembiraan ini lebih indah daripada kegembiraan Idul Fitri, dan ini adalah kebahagiaan yang paling indah,” kata seorang pria kepada AFP dari jendela mobilnya, yang dipenuhi keluarganya dan semua barang miliknya.

“Saya akan ke Rafah,” tambahnya dengan penuh semangat, meskipun mobilnya terhenti total oleh kerumunan warga Palestina yang merayakan.

Di Rafah, kota paling selatan di Gaza, orang-orang mulai kembali dalam jumlah besar bahkan sebelum gencatan senjata diberlakukan, meskipun Israel menunda penerapannya hampir tiga jam.

Baca juga  Gencatan Senjata Israel-Hamas Diperpanjang Dua Hari

Membangun kembali

“Warga telah kembali ke kota Rafah, meskipun Rafah bukan lagi sebuah kota. Ribuan warga sedang dalam perjalanan kembali,” kata Muhammad al-Shaer, seorang warga yang mengungsi.

Membawa semua barang yang tersisa, warga pindah menggunakan truk, gerobak yang ditarik keledai, sepeda, dan berjalan kaki menuju Rafah, membawa segalanya mulai dari tangki air besar hingga kasur.

Di kota Nuseirat di bagian tengah Gaza, anak-anak bersorak gembira di jalanan, dan anggota pasukan keamanan Hamas berpatroli bersenjata dan mengenakan seragam tak lama sebelum gencatan senjata berlaku.

Di Kota Gaza, konvoi buldoser mulai membersihkan jalan dari puing-puing dan sampah yang menumpuk selama 15 bulan terakhir, di mana layanan publik terhenti akibat perang. Dari kejauhan, terdengar suara tembakan perayaan.

Baca juga  Israel Menyetujui Gencatan Senjata dengan Hamas

Juru bicara Kota Gaza, Asem Alnabih, mengatakan di X bahwa kota itu akan memfasilitasi kembalinya warganya.

“Kami mulai hari ini membuka kembali jalan-jalan utama di Kota Gaza, mempersiapkan kembalinya warga kami yang mengungsi,” tulisnya.

Walid Abu Jalboa dari Jabalia mengatakan dia mulai memikirkan masa depan.“ Insya Allah, dengan kemauan, iman kepada Tuhan, dan kekuatan kita, kita akan membangun kembali dan hidup.”

Sumber: Daily Sabah 

Baca juga  Hamas dan Israel Bergerak untuk Membahas Fase 2 Gencatan Senjata Di Gaza

Editor: Julisa

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru