email : [email protected]

25 C
Jambi City
Minggu, Maret 3, 2024
- Advertisement -

DEPRESI DAN TINGKAT BUNUH DIRI YANG TINGGI PADA REMAJA PEREMPUAN

Populer

Kota Jambi, Oerban.com – Disini apa yang harus diketahui oleh orang tua? Tingkat bunuh diri, terutama di kalangan remaja perempuan, meningkat dengan cepat. Sabtu, 27/04/2019.

Menurut penelitian baru-baru ini, antara 2010 dan 2015, dilaporkan “gejala depresi pada remaja, terutama terkait dengan bunuh diri, dan tingkat bunuh diri” meningkat secara signifikan. Mengapa? Data dalam penelitian ini menunjuk ke media sosial, termasuk yang sering ditayangkan di televisi (http://healthymagazine.com).

Remaja dalam penelitian ini menghabiskan lebih banyak waktu di ponsel mereka dan di media sosial lebih mungkin terkena masalah kesehatan mental. Sejak 2010, generasi ini telah menghabiskan lebih banyak waktu dengan ponsel mereka, melihat media sosial, menonton YouTube, dll. Fakta bahwa tanggal ini bertepatan dengan tahun depresi dan angka bunuh diri mulai meningkat bukanlah suatu kebetulan.

Untuk gadis remaja, statistiknya sangat mengkhawatirkan. Antara 2007 dan 2015, tingkat bunuh diri untuk anak perempuan usia 15-19 meningkat dua kali lipat. Sementara semua remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan ponsel dan media sosial mempengaruhi perempuan secara berbeda.

Hal itu memiliki dampak yang lebih mendalam pada remaja perempuan, terutama cara mereka memandang diri mereka sendiri, keberhasilan atau kegagalan.

Rachel Simmons, penulis buku Enough As She Is, mengatakan dalam sebuah wawancara:

“Anak perempuan disosialisasikan pada usia yang sangat muda untuk sangat bergantung pada umpan balik dari orang lain. Mereka tumbuh dengan semakin memperhatikan apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka dan apakah mereka memenuhi harapan eksternal tersebut”.

Disini peran orang tua untuk selalu mendampingi anak perempuannya sangat dibutuhkan. Orang tua dituntut agar menjad teman bagi anak perempuannya, memperhatikannya serta memberikan dorongan agar anak perempuannya tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi perkembangan jiwa mereka. Sehingga ketika anak perempuannya mengalami masalah, mereka akan terbuka menyampaikannya pada orang tuanya, bukan pada media sosial.

Apa pun pesan yang diterima putri Anda melalui media sosial, pendapat Anda akan selalu lebih berarti. Beri tahu putri Anda siapa dia. Percayalah, bahkan di atas kebisingan Instagram, Snapchat, dan Twitter, saya tahu dia mendengarkan.

Apa pun pesan yang diterima putri Anda melalui media sosial, pendapat Anda akan selalu lebih berarti.

Disarikan dari www.healthymagazine.com (TIM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru