Oleh : Habibullah*
Oerban.com — Kisah nasihat Ibrahim bin Adham kepada seorang pemuda yang gelisah karena banyak berbuat maksiat. Dalam kisah ini, Ibrahim bin Adham tidak langsung melarang pemuda itu berbuat dosa, tetapi memberikan lima syarat yang membuatnya berpikir ulang tentang perbuatannya.
Lima syarat tersebut adalah:
1. Jangan makan dari rezeki Allah jika ingin bermaksiat. Namun, segala sesuatu di dunia ini adalah rezeki dari Allah, sehingga tidak mungkin seseorang bisa hidup tanpa rezeki-Nya.
2. Lakukan maksiat di tempat yang tidak diketahui oleh Allah. Karena Allah Maha Melihat dan tidak ada satu pun tempat yang tersembunyi dari-Nya, maka mustahil seseorang bisa melakukan maksiat tanpa diketahui oleh Allah.
3. Jangan tinggal di bumi Allah jika ingin bermaksiat. Namun, seluruh alam semesta adalah milik Allah, sehingga tidak ada tempat lain untuk melakukannya.
4. Minta izin kepada malaikat maut jika ingin menunda kematian. Tapi kematian adalah ketetapan Allah yang tidak bisa ditunda atau dimajukan walau sedetik pun.
5. Lawan malaikat Zabaniyah jika ingin terhindar dari siksa neraka. Namun, malaikat Zabaniyah adalah makhluk yang tidak memiliki belas kasihan dalam menjalankan tugasnya, sehingga mustahil bisa menghindari hukuman Allah.
Nasihat ini menyadarkan bahwa tidak ada peluang untuk bermaksiat tanpa konsekuensi. Semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah, dan manusia tidak bisa lari dari pengawasan-Nya. Maka, satu-satunya pilihan yang bijak adalah menjauhi dosa dan kembali kepada Allah dengan hati yang bersih.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa banyaknya masalah dan kegelisahan yang kita rasakan seringkali berakar dari maksiat yang kita lakukan.
Hati yang kotor karena dosa membuat jiwa tidak tenang. Maka, solusi terbaik adalah memperbaiki diri, membersihkan hati, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Di era digital ini, godaan maksiat semakin dekat dan mudah diakses. Bahkan, dosa bisa sampai ke dalam kamar-kamar rumah kita tanpa kita sadari.
Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga hati dan lingkungan agar tetap bersih dari hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah.
Sebagai generasi muda, kita harus mampu mengendalikan nafsu dan memilih jalan yang benar, karena setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu introspeksi dan berusaha menjadi lebih baik.
*Penulis merupakan Aktivis Pergerakan

