email : oerban.com@gmail.com

23.5 C
Jambi City
Tuesday, April 21, 2026
- Advertisement -

Institut Hijau Indonesia dan BEM Universitas Jambi Gelar Seminar Nasional Alarm Krisis Iklim dan Dialog Kaum Muda

Populer

Jambi, Oerban.com – Institut Hijau Indonesia (IHI), organisasi yang berkomitmen pada kepemimpinan hijau serta keadilan sosial dan ekologis, menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Alarm Krisis Iklim dan Dialog Kaum Muda” di Aula Serba Guna Lantai 3 UNIFAC, Universitas Jambi.

Acara ini merupakan inisiatif IHI yang berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jambi dan melibatkan kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa hingga Mahasiswa Internasional Universitas Jambi.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Roadshow Kampus dan Komunitas Pemuda. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat literasi iklim, mendorong kepemimpinan hijau, serta memfasilitasi peran generasi muda sebagai penggerak solusi terhadap krisis iklim.

Baca juga  Hadapi Tekanan Bahan Bakar Fosil, G7 Bertemu untuk Bahas Iklim

Dalam sambutannya, Ketua IHI Chalid Muhammad menekankan pentingnya ruang dialog yang setara. “Jambi merupakan negeri para pemikir dan jambi merupakan universitas pendidikan tertua di dunia terlepas dari berbagai perdebatan. Saat ini kita mengalami triple planetary crisis, krisis iklim, kerusakan alam, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Generasi muda adalah yang paling terdampak, keputusan hari ini akan menentukan masa depan, dan anak muda tidak boleh hanya menjadi korban, melainkan pelaku perubahan” ujarnya.

Ketua BEM Universitas Jambi, Rahmad Dzaki, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Institut Hijau Indonesia atas kolaborasi yang telah terjalin. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Institut Hijau Indonesia yang telah berkenan menjalin kerja sama dengan BEM Universitas Jambi. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong kesadaran lingkungan dan keberlanjutan. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dan memberi dampak yang lebih luas bagi mahasiswa” ungkapnya.

Institut Hijau Indonesia dan BEM Universitas Jambi  Gelar Seminar Nasional Alarm Krisis Iklim dan Dialog Kaum Muda
Seminar Nasional bertajuk “Alarm Krisis Iklim dan Dialog Kaum Muda” Oleh IHI berkolaborasi dengan BEM Universitas Jambi. (Foto: ist)

Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Jambi, Prof. Dr. Ir. Depison, M.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Institut Hijau Indonesia. Beliau menilai bahwa kegiatan ini telah menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan, meskipun dalam skala sederhana. Hal tersebut tercermin dari penggunaan botol kaca untuk tamu dan narasumber, imbauan kepada peserta untuk membawa tumbler, serta penyediaan titik pengisian ulang air minum.

Lebih lanjut, Wakil Rektor II memberikan tantangan kepada BEM dan mahasiswa Universitas Jambi untuk mulai mengadopsi gaya hidup hijau (green lifestyle) dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengajak mahasiswa untuk berinisiatif menyediakan water station di berbagai titik strategis di lingkungan kampus sebagai langkah konkret mendukung gerakan pengurangan sampah plastik sekali pakai.

Acara diawali dengan pemutaran film pendek bertema masa depan iklim Indonesia, dilanjutkan dengan pidato kunci dari Keynote Speaker Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc., Direktur Proyek FOLU Net Sink 2030 melalui rekaman video.

Institut Hijau Indonesia dan BEM Universitas Jambi  Gelar Seminar Nasional Alarm Krisis Iklim dan Dialog Kaum Muda
Seminar Nasional bertajuk “Alarm Krisis Iklim dan Dialog Kaum Muda” Oleh IHI berkolaborasi dengan BEM Universitas Jambi. (Foto: ist)

Sesi diskusi panel menghadirkan empat narasumber:

  • Prof. Drs. Damris M, M.Sc., Ph.D (Dosen Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Jambi) menekankan urgensi mitigasi krisis iklim dengan menawarkan biochar—hasil pirolisis biomassa—sebagai solusi strategis yang direkomendasikan IPCC karena mampu menyerap 2,6 miliar ton CO₂ per tahun, di mana potensi Indonesia yang menghasilkan hingga 147 juta ton limbah biomassa dapat menyumbang pengurangan emisi sekitar 50 juta ton CO₂, sekaligus membuka ruang bagi partisipasi komunitas dalam mengurangi emisi gas rumah kaca secara berkelanjutan
  •  Zepanya Sihombing, S.Hut (Organizing Committee Green Leadership Indonesia Batch 5) menegaskan bahwa triple planetary crisis—krisis iklim, hilangnya biodiversitas, dan polusi—merupakan ancaman nyata yang dipicu gaya hidup tak berkelanjutan, deforestasi, serta lemahnya regulasi. Ia menekankan peran intelektual muda sebagai kunci untuk menjembatani kebijakan dengan masyarakat, menjadi agent of change melalui riset, edukasi, advokasi, dan inovasi berbasis data. Melalui program  Indonesia dan Green Youth Movement, ribuan pemuda telah terlibat dalam aksi nyata, penanaman puluhan ribu pohon, hingga diplomasi internasional di COP, menunjukkan kapasitas generasi muda sebagai motor penggerak solusi ekologis dan sosial berkelanjutan
  • Ginda B. Harahap, S.Pd., M.Si (Manager Advokasi, Kajian dan Kampanye WALHI Jambi) menegaskan bahwa dalam 50 tahun terakhir hutan Jambi mengalami penyusutan signifikan. Sebagian besar kawasan hutan telah berubah fungsi menjadi kebun sawit, hutan tanaman industri (HTI), serta berbagai jenis perkebunan lain. Menurutnya, gerakan kaum muda dalam menghadapi krisis iklim masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fragmentasi aktivisme, keterbatasan kapabilitas teknis, kriminalisasi dan tekanan, praktik greenwashing, hingga akses data yang terbatas. Sebagai strategi dan rekomendasi, kaum muda didorong untuk memperkuat kapasitas melalui pelatihan pemetaan partisipatif dan literasi data, melakukan kampanye hukum dan tata ruang, serta membangun koalisi lintas gerakan bersama petani, masyarakat adat, dan mahasiswa. Selain itu, pengawasan industri berbasis citizen science serta pengembangan alternatif ekonomi berbasis masyarakat seperti agroforestry dan restorasi komunitas dinilai penting untuk mendorong transisi menuju keberlanjutan
  • Arridho Hakim, S.Si (Green Leaders Indonesia) menekankan bahwa saat ini kita mengalami global boiling (pendidihan global) dan triple planetary crisis. Sudah seharusnya generasi muda mengambil langkah strategis yang mana pada 2030 akan mencapai 60% populasi. Kaum muda terutama mahasiswa harus bergerak di berbagai level baik individu, komunitas, dan advokasi melalui gaya hidup rendah karbon, gerakan hijau, serta inovasi kebijakan. Melalui program Green Leadership Indonesia, ribuan pemuda telah terlibat dalam gerakan, riset, dan inovasi berbasis keadilan sosial-ekologis, hal ini menunjukkan bahwa bonus demografi bisa diarahkan menjadi green demographic dividend yang memperkuat kepemimpinan pemuda sebagai penggerak perubahan.
Baca juga  Gelombang Panas Ekstrem di India Utara Tewaskan Hampir 100 Orang Penduduk

Diskusi interaktif kemudian dilanjutkan dengan Focused Group Discussion (FGD), di mana peserta merumuskan inisiatif bersama terkait mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal.

Sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam agenda iklim global. Pemerintah telah berkomitmen mencapai FOLU Net Sink 2030, yakni menjadikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan sebagai penyerap emisi karbon bersih. Namun, berbagai kendala seperti deforestasi, degradasi lahan, dan lemahnya tata kelola lingkungan masih menjadi tantangan utama.

Melalui seminar ini, IHI menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas generasi muda. kegiatan ini menjadi katalisator lahirnya gerakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Masa depan bumi ditentukan oleh tindakan generasi hari ini.

Baca juga  Yayasan CAPPA Dorong Reformasi Kebijakan: Libatkan Anak sebagai Subjek Pembangunan dalam Isu Lingkungan dan Kedaulatan Pangan

Tentang Institut Hijau Indonesia (IHI) Institut Hijau Indonesia adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan muda berperspektif keadilan sosial dan ekologis. Program utama IHI meliputi Green Leadership Indonesia (GLI), Green Youth Movement (GYM), Green Public Interest Lawyer, Civic Education, Laboratorium Keadilan Sosial dan Ekologi, serta Jurnal Peradaban Hijau .

Editor: Alfi Fadhila 

- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru