LAUNCHING IPTEK ETNOEMEDISIN DAN NUTRASETIKAL DI UNIVERSITAS JAMBI

oleh -127 views
Acara berlangsung, sumber: Zikra

Jambi, oerban.com – Selasa pagi (3/12) tepat di lantai tiga aula Rektorat Universitas Jambi(UNJA) mengadakan peresmian program pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi iptek dengan tema ”Sosialisasi launching dan pemaparan program pusat unggulan iptek etnomedisin dan nutrasetikal”. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh wakil rektor empat UNJA, para dosen dari berbagai fakultas UNJA, Stikes Baiturrahim Jambi,serta mahasiswa/i UNJA.

Pusat unggulan Iptek telah hadir yang keempat dengan surat keputusan (SK) rektor tahun ini berdiri dengan proses persetujuan kemeristekdikti. Kelahiran PTPN-2019 mendapat satu target pusat unggulan, idsahkan oleh SK rektor. Tujuan berdiri program pusat unggulan IPTEK Etnomedisin dan nutrasetikal tersebut untuk memberikan informasi kepada dosen dan stalkholder lainnya bahwa UNJA telah memiliki untuk sharing, kerja sama yang saling menguntungkan.

Indonesia adalah salah satu mega biodiversity country sebagai gudangnya tumbuhan obat. Dari sekitar 30.000 jenis flora yang ada di hutan tropika, sekitar 9.600 jenis yang telah diketahui berkhasiat obat. Dari jumlah tersebut tercatat 283 jenis merupakan tumbuhan obat penting bagi industri obat tradisional.

Etnomedisin adalah cabang antropologi medis yang membahas tentang asal mula penyakit, sebab-sebab, dan cara pengobatan menurut kelompok masyarakat tertentu. Potensi Jambi banyak dan luas untuk dapat ,dibentuk, dimanfaatkan, dan di kembangkan.

“Suatu kumpulan pengetahuan jenis obat-obatan, Jambi kaya akan poten 137 pusat iptek yang diakui kemenristekdikti 137 dalam pembinaan, dua diantaranya terkait dengan etnomedisin dan nutrasetikal, yaitu penelitian tanaman dan balai medical engineering,”ujar Zulkifli Alamsyah wakil rektor bidang perencanaan, kerjasama, dan sistem informasi.

“Kemenristekdikti menilai dalam penelitian yang telah dipatenkan dalam cakupan tiga aspek, diantaranya kemampuan menyerap pengetahuan dari luar, riset dan perkembangan ditujukan daerah.
Tiga fokus utama etnis, diantaranya
1. etnis tionghoa, seperti obat tradisional tionghoa,
2.etnis india,seperti obat kekuatan dan keperkasaan
3. etnis arab, seperti rumput Fatimah

Pentingnya etnomedisin bagi pengobatan salah satu cara mengembangkan pengobatan dan pengetahuan obat dalam memenuhi kebutuhan dasar dibidang kesehatan serta cara yang efektif dalam menemukan bahan-bahan kimia yang berguna dalam pembuatan obat yang memiliki efek samping lebih kecil, timbulnya efek resisten dari obat yang sudah ada dan juga untuk antisipasi munculnya penyakit baru.

Harapannya pengembangan program pusat unggulan iptek etnomedisin dan nutrasetikal di UNJA menjadi wadah untuk penelitian dosen dan stalkholder lainnya dengan memanfaatkan sumber hayati dengan tujuan utama kesejahteraan manusia.

Penulis: Nurul Zhikra
Editor: Renilda Pratiwi Yolandini