MENGUJI SAKTI ALAM KERINCI DI PILGUB JAMBI 2021

oleh -378 views

Oleh: Agustia Gafar

Tidak lama lagi Provinsi Jambi akan kembali merayakan pesta rakyat (pemilihan umum) dalam rangka pergantian Gubernur Jambi yang sekarang masih dipimpin oleh Drs H. Fachrori Umar M.Hum dan pada 2021 akan di gantikan oleh orang terpilih dari rakyat Provinsi Jambi.

Sudah 63 tahun Jambi berdiri berbagai daerah sudah mencicipi bangku Gubernur ataupun Wakil Gubernur kecuali Kerinci belum ada perwakilan dari Kerinci yang duduk di bangku Gubernur atau Wakil Gubernur Jambi, dan ini menimbulkan banyak pertanyaan, kenapa belum ada orang Kerinci yang menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur Jambi padahal Kerinci dikenal dengan solidaritas yang tinggi???

Banyak orang Kerinci yang hebat baik di Jambi maupun diluar Jambi, tapi hanya mampu bertarung di Kerinci saja (Bupati Kerinci atau Walikota Sungai Penuh) mengapa tidak bertarung ditingkat Provinsi (Gubernur)??? Jangan-jangan putera-putera Kernci hanya jago kandang saja, atau apakah tuah sakti sudah tidak berlaku lagi bagi orang Kerinci??? Sehingga sampai saat ini belum ada yang mampu menjadi orang nomor satu atau nomor dua di Jambi. Kalaupun ada yang pernah bertarung seperti H. Ami Taher, namun belum mampu berbuat apa-apa, bahkan tidak berdampak sama sekali.

Jika ditelisik lebih jauh, sebetulnya putera-puteri Kerinci mempunyai kapasitas yang bisa diandalkkan, betapa banyak jabatan publik yang dipegang di skala nasional, baik di pemerintahan, TNI-POLRI, akademis, swasta, pengusaha maupun di NGO-NGO. Akan tetapi semuanya seolah hilang rasa manakala sudah masuk dalam kompetisi politik wilayah, semisal Pemilihan Gubernur ini.

Sampai kapan Kerinci akan berpuasa menjadi orang nomor satu atau nomor dua di Provinsi Jambi, dan akan selalu menjadi penonton dalam perhelatan pesta demokrasi Pilgub 2021 ini.

Penulis berharap agar tahun 2021 adalah tonggak kontestasi bagi putera-puteri Kerinci untuk terjun dalam pertandingan merebut BH 1 Provinsi Jambi supaya tercipta sejarah baru untuk orang kerinci karena peluangnya sangat besar dan kemungkinan Walikota Sungai Penuh dan Bupati 2 periode ini yang sama-sama dari Kerinci mencalonkan diri baik Asafri Jaya Bakri (AJB) maupun Adirozal.

Jika di lihat mereka berdua sama-sama berpotensi untuk bersaing namun penulis lihat bahwa mereka tidak bisa maju kedua-duanya sehingga harus ada yang mengalah, karena akan merugikan suara masyarakat Kerinci yang akan terbelah, sehingga mimpi merebut BH 1 kandas ditengah jalan. Namun jika keduanya memiliki ego yang tinggi tidak ada yang mengalah penulis khawatir “Kesaktian Alam Kerinci” akan ternodai bahkan akan menjadi “kutukan”.

Ada pepatah mengatakan: “mengalah bukan berarti kalah, kalah belum tentu menyerah”