Oleh: Ihwang Syaputra, S.Sos.*
Oerban.com – Wahai wanita, engkau begitu berharga, tak pantas engkau umbar dengan harga murah, seperti Imam Ali yang cemburu melihat bayangan Fatimah dilihat orang lain.
Aku pun cemburu, meski tak memiliki hak atau otoritas.
Apalah daya, aku hanyalah pecinta dari kejauhan, yang sedang mempersiapkan diri.
Mata lelaki itu seringkali jahat, dan wanita selalu ingin dilihat.
Namun, aku akan perjuangkan fitrahmu, Ku jaga kehormatan dan kemuliaanmu, hingga saat itu tiba.
Jika benar jodoh adalah cerminan diri, Aku akan memperbaiki diriku, dan menuntut ilmu ini, agar bisa meraih ridho-Nya.

