IKUTI KEGIATAN MAGANG, SISWA SMK 10 MUARO JAMBI DIBEKALI MATERI TEKNIK INOKULASI JAMUR TIRAM DI BPP JAMBI

oleh -79 views
Siswa magang sedang melakukan inokulasi diruangan steril [sumber photo : lian]

Muaro Jambi, Oerban.com – Sebanyak 15 orang siswa SMK Negeri 10 Muaro Jambi melakukan kegiatan praktek Inokulasi Jamur Tiram di Laboratorium Kultur Jaringan BPP Jambi selama 5 hari dari 8-12 April 2018. Siswa terdiri dari 9 orang laki-laki dan 6 orang perempuan ini didampingi oleh guru sekolahnya, Budi Prasetyanto Hari Sakti (15/04/19).

“Agar siswa kami dapat secara langsung mengenal dan melatih diri dalam proses inokulasi jamur tiram” ungkap Budi. Cara budidaya jamur tiram sudah dipelajari siswa SMKN 10 secara khusus selama di sekolah, namun belum dipraktekkan. “Sekolah kami belum dilengkapi dengan laboratorium yang memadai untuk melakukan inokulasi jamur tiram, sehingga kami sangat senang adanya kerja sama dengan BPP Jambi” tambahnya. Siswa-siswa yang sedang magang ini merupakan siswa kelas XI Jurusan Agribisnis yang terfokus pada pembibitan tanaman dan jamur tiram.

Proses pemindahan bibit jamur tiram F0 menjadi F1. [sumber photo : lian]

Sementara itu Kasubag TU BPP Jambi mengatakan bahwa, “kegiatan magang ini merupakan salah satu fungsi kami sebagai pusat layanan publik bidang pertanian, harapan kami kerjasama ini dapat berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya” Ungkap Nugroho Setyowibowo, S.Si., M.Si.

Setelah dikenalkan dengan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk inokulasi jamur, siswa diberikan pelatihan singkat inokulasi jamur, mulai dari pembuatan media PDA (Potato Dextrose Agar)/ F0, F1 (turunan pertama), dan F2 (turunan kedua). “kegiatan ini merupakan rutinitas dari BPP Jambi dalam memberikan pembelajaran kepada siswa yang sedang magang” sambung Helmi Yusni, SP, sebagai penanggungjawab Inokulasi Jamur Tiram BPP Jambi.

Di sela-sela kegiatan tersebut, para siswa terlihat sangat antusias untuk mencoba berbagai tahapan yang ada dalam inokulasi jamur tiram, mulai dari penyiapan media PDA/F0, F1, dan F2. “Kami memang tidak melakukan praktek budidaya Jamur Tiram di sekolah dikarenakan belum lengkapnya peralatan laboratorium sekolah” tutur Nurlailatul Khotimah, salah satu siswa yang mengikuti magang.

Hal yang sama juga disampaikan oleh ketua tim Heru Sanjaya “Harapan kami, ilmu yang kami dapatkan selama magang bisa bermanfaat” pungkasnya. Selain mendapatkan pelatihan mengenai jamur tiram, siswa juga diberikan bekal di Teaching Factory (Tefa) diantaranya pembelajaran di lahan palawija, hortikultura, pangan, sawit serta karet mengingat jadwal kegiatan magang dilakukan selama satu setengah bulan dari 18 Maret-26 April 2019. (TIM)