email : [email protected]

24.1 C
Jambi City
Selasa, Juni 25, 2024
- Advertisement -

HUJAN SENJA (Bagian 2)

Populer

Oleh : Hayana Muslimah
(Bagian ke 2)

Namun ibu bersih keras membawaku pulang. Dalam keragua-raguan akan pilihan, sementara langkahku yang berat tetap saja perlahan-lahan menjauhi teman-temanku. Akhirnya ku putuskan untuk tidak menghancurkan jalannya permainan, sebab pada hakikatnya aku lah yang membuat permainan ini berlanjut. Dan pasrahlah aku melangkah pulang tanpa mengabari mereka, agar permainan mereka tidak terganggu. Perasaan jengkel menyeruap ke permukaan wajahku. Ibu berjalan membimbingku menuju rumah dengan raut muka penuh amarah. Padahal senja belum benar-benar gelap. Hanya saja gerimis membuat keadaan senja seolah akan menuju malam. Sesampainya dirumah, ibu lansung menyuruhku untuk tidur. Aku katakan aku belum mengantuk dan hari pun belum benar-benar malam.

Aku masih ingin melanjutkan permainan. Mendengar itu ibu lansung memegang tanganku. Membawaku kekamar tidur dan memelukku untuk tidur. Pelukan ibu membuat nafasku sesak. Pelukannya terlalu keras. Aku tau ibu teramat mencemaskanku, teramat menyayangiku. Tapi setidaknya aku harus berpamitan pada temanku, agar mereka tak pusing mencariku.

“Ibu aku harus bertemu temanku sebentar. Tidak untuk bermain ibu aku janji. Hanya untuk berpamitan bu, takutnya nanti mereka pusing mencariku hingga malam”, ujarku dalam heningnya pelukan ibu. Ibu tak menjawab ucapankanku. Hanya diam sambil memelukku bertambah erat.

- Advertisement -

Artikel Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru