email : oerban.com@gmail.com

24.6 C
Jambi City
Monday, April 20, 2026
- Advertisement -

Menjelang Kongres Akbar Alumni KAMMI

Populer

Oleh: Syamsudin Kadir*

Oerban.com – Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) sudah tersebar di berbagai kota dan kabupaten serta berkarier di berbagai sektor kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di seluruh penjuru Indonesia. Alumni KAMMI ada yang menduduki posisi strategis seperti menteri, wakil menteri, anggota legislatif, kepala daerah, birokrasi, komisaris, direktur dan posisi lainnya. Selain itu, ada juga yang berprofesi di sektor non pemerintahan. Mereka menjadi pengusaha, owner lembaga pendidikan, aktif di penerbitan buku, media, organisasi sosial, LSM, organisasi keagamaan dan sebagainya.

Ratusan ribu alumni KAMMI di seluruh Indonesia dan berbagai negara adalah kekuatan besar. Namun tak bermakna apa-apa bila masih berserak dan tidak terwadahi dalam satu kesatuan organisasi alumni. Banyak organisasi alumni bukan saja melemahkan peranan alumni KAMMI secara organisasi, tapi juga buruknya citra alumni KAMMI dalam konteks dinamika kebangsaan. Fungsi pemersatu dan perekat bangsa yang kerap menjadi jualan alumni KAMMI semata menjadi basa-basi.

Sejak pertemuan pertama forum alumni KAMMI yang menggagas adanya organisasi alumni KAMMI pada 15 November 2015 silam di Bandung, hingga hari saat ini bukan saja menimbulkan efek baik, tapi juga efek buruk dan tak produktif. Klaim masing-masing kubu secara langsung atau tidak langsung telah menegasikan keberadaan ratusan ribu alumni KAMMI yang tidak masuk dalam berbagai kubu yang dibentuk. Klaim semacam ini harus disudahi dan dicarikan jalan keluar. Bahkan bila memungkinkan seperti yang disuarakan belakangan ini: segera dilaksanakan Kongres Akbar Alumni KAMMI.

Baca juga  Bangun Keterampilan dan Kreativitas, KAMMI Siginjai: Wujudkan Kolaborasi Bersama Skyphotography

Lebih praktis, alumni KAMMI perlu melakukan langkah penting sebagai berikut. Pertama, memastikan terjadinya penyatuan dan harmonisasi seluruh elemen alumni dalam satu kesatuan organisasi dan satu sekretariat pusat. Hal ini dapat dilakukan dengan menginisiasi pertemuan kultural sebagai langkah awal pertemuan struktural atau formal. Bila pertemuan semacam ini sering dilakukan sangat memungkinkan terjadinya penyatuan organisasi alumni dalam satu wadah kesatuan melalui satu forum bersama dan resmi.

Kedua, pemutakhiran database alumni yang lebih komprehensif untuk mempermudah koordinasi dan penguatan sinergitas di berbagai struktur dan profesi atau karier alumni. Di samping itu, tingkatkan konsolidasi dan reaktivasi jaringan alumni lewat penggalakkan kembali silaturahim dan aktivitas yang melibatkan seluruh alumni di berbagai tingkatan dan latar belakang yang berbasis pada persaudaraan yang tulus, penguatan alumni dan kemajuan organisasi alumni.

Keempat, mempersiapkan kongres alumni KAMMI yang melibatkan seluruh alumni KAMMI dengan mematangkan draf perubahan AD/ART yang akan diajukan pada kongres mendatang sebagai landasan legal dan operasional yang lebih kuat, terukur dan dapat dievaluasi secara berjenjang sekaligus periodik. Selain itu, perlu dibentuk organisasi berbadan hukum yang memfasilitasi upaya penguatan ekonomi, advokasi dan profesi alumni lintas generasi.

Baca juga  PP KAMMI Solid Dukung Kepemimpinan Ahmad Jundi, Eks Sekjen Disebut Otak di Balik Isu Perpecahan

Kelima, penguatan konsolidasi dan peran alumni di level global. Alumni KAMMI tersebar dan menempuh studi di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Turki, Amerika Serikat dan sebagainya. Hal ini memudahkan dalam hal penguatan jaringan alumni luar negeri. Sehingga alumni semakin berperan dalam merespon berbagai isu internasional seperti kemerdekaan Palestina, kontra Islamofobia, dan geopolitik sebagai bagian dari gerakan global alumni.

Alumni KAMMI adalah kekuatan baru yang potensial dalam tubuh bangsa Indonesia. Namun demikian, KAMMI sebagai organisasi telah berusia 27 tahun lebih, karena didirikan pada 29 Maret 1998 silam. Keterlibatan KAMMI dalam menghadirkan reformasi ’98 dan peran di setiap periode berikutnya telah menjadi saksi sejarah bahwa organisasi ini bukan kaleng-kaleng dan tak bisa dianggap sepele. Alumni KAMMI yang berkarier di beragam profesi dan latar belakang mesti melanjutkan sekaligus mengokohkan peran KAMMI. Akhirnya, mari inisiasi dan matangkan persiapan Kongres Akbar Alumni KAMMI! (*)

*Penulis Buku “Optimisme KAMMI Merawat Indonesia”

Baca juga  Analisis Kebijakan Perguruan Tinggi Kelola Pertambangan dari Aspek Perguruan Tinggi dan Teknis Pertambangan
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru