email : oerban.com@gmail.com

26.8 C
Jambi City
Thursday, April 16, 2026
- Advertisement -

Istighfar: Nafas Kehidupan yang Membuka Pintu Ampunan dan Keberkahan

Populer

Oleh: Dion Efrijum Ginanto, Ph.D*

Oerban.com — Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu atas apa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi langit, lalu engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, lalu engkau menemui-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. At-Tirmidzi, no. 3540; dinilai hasan shahih oleh At-Tirmidzi)

Hadits ini menjadi bukti nyata betapa luasnya ampunan Allah ﷻ. Namun sering kali, setan membisikkan bahwa dosa-dosa kita terlalu besar untuk diampuni.

Bisikan ini melemahkan semangat untuk bertobat, menutup jalan kembali kepada Allah. Bila dibiarkan, seseorang bisa terjerumus dalam dosa terus-menerus, merasa putus asa, dan tidak lagi terbiasa beristighfar.

Padahal, istighfar bukan sekadar penghapus dosa, tapi juga pembuka ketenangan jiwa, pintu keberkahan, serta jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Baca juga  SD IT An-Nur Muaro Jambi Sambut Program Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Dosen UIN STS Jambi: Tanamkan Nilai Qur’ani Cinta Lingkungan
Setidaknya ada lima keutamaan istighfar yang sangat penting untuk direnungkan:

1. Menghapus Dosa

Allah ﷻ berfirman: “Dan barang siapa mengerjakan kejahatan atau menzalimi dirinya, kemudian dia memohon ampun kepada Allah, niscaya dia akan mendapati Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 110)

Manusia kadang sulit memaafkan sesama. Tapi Allah, Rabb yang Maha Pengampun, membuka pintu ampunan-Nya seluas-luasnya bagi siapa saja yang memohon dengan tulus.

Bahkan jika dosa-dosa itu setinggi langit, Allah tetap menjanjikan pengampunan bagi hamba-Nya yang bertobat.

2. Meningkatkan Iman dan Takwa

Orang yang rutin beristighfar akan lebih sadar diri bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah, penuh kekurangan, dan membutuhkan pertolongan Allah. Kesadaran ini melahirkan kerendahan hati yang menjadi fondasi dari iman dan takwa.

Allah ﷻ berfirman: “…Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Baca juga  CURAHAN HATI MAHASISWA

3. Menjaga Diri dari Dosa yang Sama

Istighfar yang terus-menerus membentuk perisai dalam diri untuk tidak kembali ke maksiat yang sama. Istighfar menghadirkan rasa diawasi oleh Allah, memperkuat kontrol diri, dan memperbarui niat untuk lebih baik.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Berbahagialah orang yang mendapati banyak istighfar dalam catatan amalnya.”(HR. Ibnu Majah, no. 3818; dinilai hasan oleh Al-Albani)

4. Menumbuhkan Ketenangan Batin

Dosa yang terus dipendam akan melahirkan rasa bersalah dan beban mental. Banyak orang akhirnya tersesat dalam keputusasaan karena menganggap dirinya sudah tak pantas kembali kepada Allah. Padahal, Allah tidak pernah menutup pintu bagi hamba yang datang dengan hati yang hancur.

Allah ﷻ berfirman: “Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(QS. Az-Zumar: 53)

Baca juga  RUU KUHAP: Tarik Napas Sebelum Terlena, Rakyat Butuh Transparansi!

5. Mendatangkan Rezeki dan Keberkahan

Beristighfar juga menjadi jalan dibukanya rezeki, keturunan, dan berbagai kenikmatan hidup. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah: “…Maka aku (Nabi Nuh) berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia akan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10–12)

Ayat ini menjelaskan bahwa istighfar tak hanya berdampak secara spiritual, tapi juga membawa keberkahan dalam aspek duniawi mulai dari kesuburan, rezeki, hingga keturunan.

Menariknya, Rasulullah ﷺ, manusia terbaik yang telah dijamin surga, masih beristighfar lebih dari 70 kali setiap harinya. Dalam riwayat lain disebutkan hingga 100 kali.

“Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Al-Bukhari, no. 6307)

Jika Nabi saja demikian, bagaimana dengan kita?

Maka, mari jadikan istighfar sebagai bagian dari hidup. Ucapkan “Astaghfirullah” bukan sekadar di lisan, tapi hadirkan dengan kesadaran dan harapan bahwa Allah akan mengampuni, membimbing, dan memberikan yang terbaik untuk hidup kita.

Baca juga  Seminar Pembukaan Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 1 Tahun 2025 di Universitas Jambi

Istighfar adalah nafas yang menjaga kita tetap hidup secara ruhani. Ia adalah tambalan bagi hati yang bolong oleh dosa, dan bahan bakar bagi perjalanan menuju surga. Istighfar bukan tanda kelemahan, tapi bukti bahwa kita tidak menyerah dalam memperbaiki diri.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang tidak pernah bosan memohon ampun kepada Allah, dan kelak dikumpulkan bersama para Nabi dan orang-orang shalih di surga Firdaus.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

*Penulis merupakan Akademisi UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi

Baca juga  Demo DPR Sepi Perhatian, Netizen Sibuk Bahas Perceraian Arhan–Azizah
- Advertisement -

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru